Thursday, June 25, 2026
Home Blog Page 9

Perkembangan Kognitif dan Emosi: Faktor Penting dalam Proses Belajar

0

Perkembangan Kognitif dan Emosi: Faktor Penting dalam Proses Belajar

Perkembangan kognitif dan emosi merupakan faktor yang sangat penting dalam proses belajar seseorang. Menurut buku “Educational Psychology: Developing Learners” karya Jeanne Ellis Ormrod, perkembangan kognitif melibatkan bagaimana individu memproses, menyimpan, dan menggunakan informasi. Sementara perkembangan emosi melibatkan bagaimana individu bereaksi terhadap situasi dan lingkungannya. Kedua perkembangan ini sangat penting dalam proses belajar karena mempengaruhi bagaimana seseorang memperoleh, memproses, dan menggunakan informasi baru.

Perkembangan kognitif mempengaruhi bagaimana seseorang belajar dengan cara mempengaruhi bagaimana individu memproses informasi. Seseorang yang sedang mengalami perkembangan kognitif yang baik akan memiliki kemampuan untuk memproses informasi dengan lebih efisien dan mudah. Ini berarti bahwa seseorang akan lebih mudah memahami konsep baru dan memori informasi lebih baik.

Sementara perkembangan emosi mempengaruhi bagaimana seseorang bereaksi terhadap situasi dan lingkungan belajar. Orang yang memiliki perkembangan emosi yang baik akan memiliki kemampuan untuk mengatasi situasi yang menantang dan mengatasi perasaan negatif yang mungkin timbul saat belajar. Ini memungkinkan seseorang untuk tetap fokus dan terlibat dalam proses belajar.

Oleh karena itu, guru harus memahami dan memperhatikan perkembangan kognitif dan emosi siswanya dalam proses belajar. Guru harus memastikan bahwa mereka menyediakan lingkungan belajar yang memfasilitasi perkembangan kognitif dan emosi siswa. Ini termasuk memberikan tugas yang sesuai dengan tingkat kognitif siswa, memperhatikan gaya belajar siswa, dan memberikan motivasi yang tepat untuk membantu mereka mengatasi perasaan negatif yang mungkin timbul saat belajar.

Dengan memahami perkembangan kognitif dan emosi siswa, guru dapat membantu siswa mencapai potensi belajar mereka dan memastikan bahwa mereka memperoleh informasi dengan efisien dan efektif. Ini akan membantu siswa untuk menjadi belajar yang sukses dan mencapai tujuannya dalam hidup.

Kembali pada buku “Educational Psychology: Developing Learners” karya Jeanne Ellis Ormrod, di dalam buku tersebut ditegaskan bahwa perkembangan kognitif dan emosi memiliki peran yang sangat penting dalam proses belajar. Perkembangan kognitif mencakup bagaimana seseorang memahami, menyimpan, dan menggunakan informasi baru. Sementara itu, perkembangan emosi melibatkan bagaimana seseorang bereaksi terhadap situasi dan bagaimana hal-hal ini mempengaruhi bagaimana dia belajar.

Perkembangan kognitif dapat mempengaruhi bagaimana seseorang memproses informasi baru dan memahami konsep baru. Seseorang yang sedang dalam tahap perkembangan kognitif yang baik akan lebih mampu memproses informasi dan memahami konsep dengan lebih baik dibandingkan dengan seseorang yang sedang dalam tahap perkembangan kognitif yang buruk. Ini bisa terlihat dalam hal seperti bagaimana seseorang memecahkan masalah dan membuat keputusan.

Perkembangan emosi juga memainkan peran penting dalam proses belajar. Seseorang yang memiliki perkembangan emosi yang stabil akan lebih mampu mengatasi masalah dan membuat keputusan dengan baik dibandingkan dengan seseorang yang memiliki perkembangan emosi yang tidak stabil. Perkembangan emosi yang stabil juga membantu seseorang untuk fokus dan mempertahankan konsentrasi selama proses belajar.

Guru memiliki peran penting dalam membantu siswa dalam perkembangan kognitif dan emosi mereka. Guru harus memahami dan memperhatikan perbedaan individu dalam kelas, seperti perbedaan tingkat kognitif, perbedaan gaya belajar, dan perbedaan motivasi. Dengan memahami perbedaan-perbedaan ini, guru dapat membuat rencana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan setiap siswa dan membantu mereka untuk mencapai potensi mereka.

Dalam mencapai tujuannya, guru harus memberikan dukungan yang tepat bagi siswa dan membuat lingkungan belajar yang kondusif. Ini termasuk membuat tugas yang memotivasi dan memfasilitasi interaksi antar siswa. Guru juga harus memberikan dukungan emosional bagi siswa, membantu mereka untuk mengatasi masalah dan memotivasi mereka untuk terus belajar.

Dengan demikian, perkembangan kognitif dan emosi merupakan faktor yang sangat penting dalam proses belajar. Dalam buku “Educational Psychology: Developing Learners” karya Jeanne Ellis Ormrod, disebutkan bahwa perkembangan kognitif melibatkan perubahan dalam kemampuan seseorang untuk memproses informasi dan memahami dunia sekitarnya. Sementara perkembangan emosi berkaitan dengan bagaimana seseorang mengontrol dan mengekspresikan emosi mereka. Kedua faktor ini berpengaruh besar pada bagaimana seseorang belajar dan menyerap informasi.

Perkembangan kognitif yang baik dapat membantu seseorang untuk memahami konsep yang lebih kompleks dan menyelesaikan masalah dengan lebih efisien. Sementara perkembangan emosi yang positif dapat membantu seseorang untuk mengatasi tekanan dan mencapai tujuannya dengan lebih baik. Oleh karena itu, penting bagi guru dan orang tua untuk memahami perkembangan kognitif dan emosi anak-anak dan membantu mereka untuk mengembangkan kedua faktor ini selama proses belajar.

Guru harus memahami perbedaan perkembangan kognitif dan emosi pada setiap siswa dan membuat strategi pembelajaran yang sesuai. Mereka harus memperhatikan tingkat kognitif siswa, gaya belajar, dan motivasi belajar. Dengan memahami perbedaan individu ini, guru dapat membuat perencanaan pembelajaran yang lebih efektif dan membantu setiap siswa untuk mencapai potensi mereka. Sementara itu, orang tua harus membantu anak-anak mereka untuk mengembangkan kepercayaan diri dan membantu mereka untuk mengatasi perasaan dan masalah emosional yang mungkin timbul selama proses belajar.

Dalam buku “Educational Psychology: Developing Learners” juga disebutkan bahwa pengalaman belajar yang positif sangat penting dalam perkembangan kognitif dan emosi anak-anak. Pengalaman belajar yang memuaskan dan menyenangkan dapat membantu anak-anak untuk merasa lebih baik tentang diri mereka dan membuat mereka lebih bersemangat untuk belajar. Oleh karena itu, guru dan orang tua harus bekerja sama untuk memastikan bahwa proses belajar anak-anak adalah pengalaman yang positif dan memotivasi.

Secara keseluruhan, perkembangan kognitif dan emosi merupakan faktor yang sangat penting dalam proses belajar. Guru dan orang tua harus memahami perkembangan ini dan bekerja sama untuk membantu anak-anak mencapai potensi mereka. Melalui pemahaman yang baik tentang perkembangan kognitif dan emosi, anak-anak akan lebih siap untuk mengatasi tantangan dan membuat keputusan yang tepat selama proses belajar mereka.

Berdasarkan tulisan diatas, beberapa rekomendasi dapat diberikan untuk menentukan strategi belajar dan metodologi pembelajaran yang tepat, antara lain:

  1. Memahami tingkat perkembangan kognitif dan emosi setiap siswa: Guru harus memahami tingkat perkembangan kognitif dan emosi setiap siswa untuk dapat memilih strategi belajar dan metodologi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi setiap siswa.
  2. Menyesuaikan metodologi pembelajaran: Guru harus menyesuaikan metodologi pembelajaran dengan gaya belajar setiap siswa, seperti memberikan tugas-tugas yang sesuai dengan gaya belajar mereka, dan memilih strategi belajar yang memanfaatkan potensi mereka.
  3. Meningkatkan motivasi belajar: Guru harus memahami motivasi belajar setiap siswa, dan menemukan cara untuk meningkatkan motivasi mereka, seperti memberikan tugas yang menantang, atau menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
  4. Memberikan umpan balik yang berkualitas: Guru harus memberikan umpan balik yang berkualitas kepada siswa, seperti memberikan arahan dan dukungan yang positif, sehingga siswa merasa diterima dan merasa memiliki potensi untuk belajar dan berkembang.

Dengan mengikuti rekomendasi di atas, diharapkan dapat membantu para pendidik dan guru dalam menentukan strategi belajar dan metodologi pembelajaran yang tepat untuk memaksimalkan hasil belajar siswa.

Kesimpulan :

  1. Perkembangan kognitif dan emosi merupakan faktor penting yang mempengaruhi bagaimana seseorang belajar.
  2. Guru harus memahami perbedaan individu dalam kelas seperti tingkat kognitif, gaya belajar dan motivasi, untuk dapat memberikan pendidikan yang efektif.
  3. Interaksi antara perkembangan kognitif dan emosi dalam proses belajar sangat penting untuk dipahami dan diterapkan oleh guru dan para pendidik dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

 

MTs Negeri 1 Kota Bandung Gelar Perkemahan Pendidikan Dasar Kepramukaan (PPDK) TP 2022-2023

0

MTs Negeri 1 Kota Bandung Gelar Perkemahan Pendidikan Dasar Kepramukaan (PPDK) TP 2022-2023

Untuk mengimplementasikan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 63 Tahun 2014 tentang kewajiban menerapkan pendidikan kepramukaan pada pendidikan dasar dan menengah serta untuk  membentuk kepribadian, kemandirian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia, maka MTsN 1 Kota Bandung akan menyelenggarakan kegiatan Perkemahan Pendidikan Dasar Kepramukaan (PPDK) untuk seluruh siswa/siswi kelas VII TP 2022-2023.

Kegiatan ini memberikan manfaat yang banyak untuk mengembangkan keterampilan hidup (Lifeskill), kemandirian, sampai pada kemampuan memasak. Selain itu, informasi manfaat berkemah bagi anak pun harus dilakukan. Berikut ini adalah manfaat Perkemahan Pendidikan Dasar Kepramukaan (PPDK)  :

  1. Memberikan pengalaman adanya saling ketergantungan antara unsur-unsur alam dan kebutuhan untuk melestarikannya.
  2. Melatih kemandirian, tanggung jawab, kerjasama, empati, dan disiplin.
  3. Memupuk keberanian memimpin dan dipimpin.
  4. Membiasakan diri mendahulukan kepentingan bersama daripada individu.
  5. Berlatih mengendalikan emosi.
  6. Belajar menahan diri dari sifat buruk seperti sombong, congkak, iri dan pamer.
  7. Melatih hidup sederhana.
  8. Belajar berkomunikasi dengan masyarakat.
  9. Untuk penyegaran (refreshing) dan bersenang-senang.

 

 

Kemenag Kota Bandung Apresiasi Siswi MTs Negeri 1 Kota Bandung, Sarah Naura Nabila Sebagai Juara Kedua KSM Matematika TerintegrasiTingkat Kota Bandung

0

Kemenag Kota Bandung Apresiasi Siswi MTs Negeri 1 Kota Bandung, Sarah Naura Nabila Sebagai Juara Kedua KSM Matematika Terintegrasi Tingkat Kota Bandung

MTs Negeri 1 Kota Bandung kembali mengukir prestasi pada Kompetisi Sains madrasah (KSM) tingkat Kota Bandung sebagai juara 2 (dua) dalam bidang Matematika terintegrasi atas nama Sarah Naura Nabila kelas IX C.

Sebagai bentuk apresiasi, Sarah didampingi Bapak kepala Madrasah, Drs. H. Tendi Setiadi, M.M.Pd. mendapatkan  medali dan piagam penghargaaan dari Bapak Kepala Kemenag Kota Bandung.

Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa dan siswi di MTs Negeri 1 untuk terus mengembangkan dan mengharumkan nama baik MTs Negeri 1 Kota Bandung agar menjadi madrasah yang  JUARA. Aamiin yra.

Tim Reviewer AKMI Kemenag RI Tinjau Pelaksanaan AKMI di MTs N 1 Kota Bandung

0

Tim Reviewer AKMI Kemenag RI Tinjau Pelaksanaan AKMI di MTs N 1 Kota Bandung

Tim Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) dari Kementerian Agama RI meninjau pelaksanaan AKMI di MTs Negeri 1 Kota Bandung, Selasa (27/9). Kunjungan Tim Monitoring AKMI Kemenag RI dari Program GTK REMEQR ini didampingi langsung oleh Kepala Madrasah MTS Negeri 1 Kota Bandung, Drs. H. Tendi Setiadi, M.M.Pd.

Tujuan kedatangan tim monitoring Kemenag RI yaitu untuk mengukur potensi peserta didik madrasah dalam literasi membaca, literasi numerasi, literasi Sains, dan literasi sosial budaya.

Kegiatan AKMI bertujuan untuk mengevaluasi penilaian kompetensi bagi peserta didik Madrasah di bawah naungan Kementerian Agama RI. AKMI diperuntukkan untuk jenjang MI, MTs dan MA di setiap Kabupaten/Kota.

MTs Negeri 1 Kota Bandung yang ditunjuk sebagai salah satu madrasah piloting pelaksanaan AKMI tahun 2022 dari perwakilan Kota Bandung diikuti oleh siswa kelas VIII berjumlah 243 orang.. AKMI dilaksanakan selama empat hari, mulai 24 sd 28 September 2022, dengan dua sesi setiap harinya.

Saat menemui oprator AKMI MTs Negeri 1 Kota Bandung Tim Reviewer AKMI Kemenag RI dari Program GTK REMEQR Mujib Abdilah menanyakan teknis pelaksanaan secara detail tanpa ada ketegangan sebagaimana mestinya dimonitoring. Beliau mengapresiasi kinerja operator yang baik sehingga tidak terjadi kendala.

Dijelaskan kembali oleh Dadang Apandi selaku Waka Kurikulum sekaligus koordinator operator server  secara umum antara simulasi dengan pelaksanaan sekarang secara teknis tidak ada kendala sama sekali hanya ada trobel login yang kadang keluar sendiri dari aplikasi.

“Secara umum tidak ada kendala antara simulasi dengan pelaksanaan, hanya trobel login saja yang dialami peserta didik tetapi bisa segera diatasi,” pungkas Dadang Apandi selaku operator. (en)

Hukum Bacaan Lam dan Ra’

0

Hukum Bacaan Lam dan Ra’

 

Membaca al-Qur’an harus benar dan sesuai dengan kaidah ilmu Tajwid. Apabila salah dalam membaca akan merusak arti dan makna yang terkandung di dalamnya. Membaca al-Qur’an dengan benar juga akan menambah kekhusu’an dan menambah pahala ibadah. Selain itu nantinya akan menjadikan kita mendapat syafa’at di akhirat. Agar kita mampu membaca al-Qur’an dengan baik dan benar kalian harus mempelajari Ilmu Tajwid dengan teliti. Nah pada kesempatan ini kalian akan mempelajari Ilmu Tajwid yaitu hukum bacaan Lam dan Ra.

  1. Hukum Bacaan Lam (  ل  )

Di dalam Ilmu Tajwid hukum bacaan Lam  ada dua macam, yaitu :

  1. Lam tafkhim ( تفحيم ) tebal / Mufakhkhamah.

Apabila ada huruf Lam (ل ) dalam  lafzul  jalalah ( الله ) yang didahului oleh huruf yang berharakat fathah ( ـَـ ) atau damah ( ـُـ ). Maka harus dibaca tafkhim atau tebal. Lam yang terdapat dalam lafzull Jalalah dinamakan lam jalalah. Cara mengucapkannya ialah dengan menjorokkan kedua bibir ke depan.

Contoh : – Lafzul Jalalah ( الله ) yang didahului oleh huruf yang berharakat fathah

اللهُ  –  قُلْ هُوَاللهُ أَحَدٌ  –  شَهِدَ اللهُ  –  لاَإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ معَ

–  Lafzul Jalalah (  الله  )  yang didahului oleh huruf yang  berharakat damah وَرَحْمَة ُاللهِ  –  يُؤْتِيَهمُ الله خَيْرًا  –  يُحْبِبْكُمُ اللهُ  –  عَبْدُ اللهِ .

  1. Lam Tarqiq (ترقيق ) Tipis / Muraqqaqah

Huruf Lam dibaca Tarqiq ada dalam dua keadaan, yaitu :

  1. Lam yang terdapat pada Lafzul jalalah ( الله ) dan didahului oleh huruf yang

berharakat kasrah. ( ـِـ ). Posisi mulut tidak menjorok kedepan.

Contoh : بِسْمِ اللهِ  –  فِىْ رَسُوْلِ اللهِ  –  فِىْ دِيْنِ اللهِ أَفْوَاجًا

  1. Semua Lam yang terdapat dalam lafal selain lafzul jalalah

Contoh :   وَعَلَّمَ  –  لِكُلِّ  –  لُمَزَةٍ

 

  1. Hukum Bacaan Ra (ر )

Hukum bacaan  ra ( ر ) dibagi menjadi tiga , yaitu :

  1. Ra Tafhim ( تفحيم  )  artinya  ra yang dibaca tebal .

Ra dibaca tebal. Apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

  1. Jika huruf ra berharakat fathah atau fathatain  ( رَ  /  رً )

Contoh : –  Ra difathah        رَبُّكُمْ  –  رَبِّ الْفَلَقِ –  غُفِرَلَهُ  –  اَلَمْ تَرَ :                           ر

– Ra difathatain     نَارًا –   خَيْرًا –  طَيْرًا –  شرًا                           رً

 

  1. Jika ra berharakat dammah atau dammatain ( رُ /  رٌ ) Contoh : – Ra dammah          رُزِقْنَا  –  كَفَرُوْا  –  أَكْبَرُ  –  نَصْرُاللهِ     رُ

– Ra dhammatain   غفورٌ  –  أجرٌ  –  مَبرُورٌ  –  نورٌ     رٌ

  1. Jika ra berharakat sukun jatuh sesudah huruf yang difathah atau didammah ( + رْ ـُـ / رْ +  ـَـ )

Contoh :

– Ra sukun jatuh sesudah huruf difathah ( رْ +  ـَـ ) وَأَرْسَلَ –  تَرْمِيْهِمْ  –  فَأَ ثَرْنَ بِهِ  –  وَانْحَرْ

– Ra sukun jatuh sesudah huruf didammah ( ــُ  + رْ ) تُرْحَمُوْنَ  –  مُرْسَلِيْنَ  –  قُرْآنٌ  –  مُرْتَفَقًا

  1. Jika ra berharakat sukun didahului oleh huruf yang berharakat kasrah tetapi kasrahnya tidak asli dari kalimat itu. ( رْ     ِ   / kasrah tidak asli )

Contoh :        اِرْجِعِىْ  –  اِرْكَبْ  –  اِرْحَمْنَا

  1. Jika ra berharakat sukun sedangkan huruf sebelumnya berharakat kasrah asli, namun sesudah ra sukun itu ada huruf ISTI’LA ( إسـتـعـلاء ) yang tidak dikasrah (huruf isti’la tidak dikasrah + رْ +  ِ      / kasrah asli ). Sedangkan huruf isti’la itu ialah ص –    ض  –  ط  –  ظ  –  خ  –  غ  –  ق

Contoh : قِرْطَاسٌ  –   مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ   –   مِرْصَادٌ      .

  1. Tarqiq ( ترقيق ) tipis / Muraqqaqah.

Ra tarqiq atau muraqqaqah ialah ra yang dibaca tipis. Di dalam ilmu tajwid ra ( ر )  dibaca tipis jika memenuhi persyatan-persyaratan., yaitu :

  1. Jika ra berharakat kasrah atau kasratain  ( ِر  /  ٍر )

Contoh : – Ra dikasrah    ِ      رِمَاحُكُم ْ  –  كَرِيْمٌ  –  مِنَ الرِّّجَالِ

– Ra dikasratain  ( لَفِىْ حُسْرٍ

  1. Jika ra berharakat sukun dan huruf sebelumnya berharakat kasrah  asli tetapi sesudah ra sukun  bukan huruf isti’la. (  bukan huruf isti’la +  رْ +   ـِـ       ).

Contoh : فِرْعَوْنَ  –  فَبَشِّرْهُ  –  وَأَنْذَرْبِهِ  –  مِْرفَقًا

  1. Jika ra diwaqafkan dan huruf sebelumnya ya sukun ( ra waqaf +    يْ   )

Contoh :شَيْئٍ قَدِ يْرٌ-  وَهُوَالسَّمِيْعُ الْخَبِيْر    سَمِيْع ٌبَصِيْرٌ-  لَكُم ُالْخَيْرُ

  1. Jika ra diwaqafkan dan huruf sebelumnya dikasrah ( ra waqaf + ـِـ )

Contoh :وَلاَ ناَصِرَ     –  هُوَالْكَافِرُ –  بِمُصَيْطِرٍ.

  1. Jawazul Wajhain ( جواز الوجهين ) artinya boleh dibaca tebal dan  boleh  dibaca tipis Huruf ra boleh dibaca tafkhim atau tarqiq jika ra itu disukun dan huruf sebelumnya dikasrah sedangkan setelah ra sukun itu ada huruf isti’la yang dikasrah. (huruf isti’la yang dikasrah  +  رْ +  ِ      )

Contoh :مِنْ عِرْضِهِ  –  بِحِرْصٍ

  1. Menerapkan Hukum Bacaan Lam dan Ra’ dalam Al-Quran Surah

Al-Humazah dan at-Takatsur.

Untuk lebih memperdalam pengetahuan kalian tentang hukum bacaan lam dan ra’, bukalah al-Quran dan bacalah surat al-Humazah dan at-Takatsur di bawah ini dengan memperhatikan kalimat yang mengandung hukum bacaan lam dan ra’. Ucapkanlah huruf lam dan ra’ yang ada di dalamnya sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah kalian pelajari.

 

  1. al-Humazah

وَيۡلٞ لِّكُلِّ هُمَزَةٖ لُّمَزَةٍ ١  ٱلَّذِي جَمَعَ مَالٗا وَعَدَّدَهُۥ ٢  يَحۡسَبُ أَنَّ مَالَهُۥٓ أَخۡلَدَهُۥ ٣  كَلَّاۖ لَيُنۢبَذَنَّ فِي ٱلۡحُطَمَةِ ٤ وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا ٱلۡحُطَمَةُ ٥  نَارُ ٱللَّهِ ٱلۡمُوقَدَةُ ٦ ٱلَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى ٱلۡأَفۡ‍ِٔدَةِ ٧  إِنَّهَا عَلَيۡهِم مُّؤۡصَدَةٞ ٨  فِي عَمَدٖ مُّمَدَّدَةِۢ ٩

 

  1. at-Takatsur

 

أَلۡهَىٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ ١  حَتَّىٰ زُرۡتُمُ ٱلۡمَقَابِرَ ٢  كَلَّا سَوۡفَ تَعۡلَمُونَ ٣  ثُمَّ كَلَّا سَوۡفَ تَعۡلَمُونَ ٤  كَلَّا لَوۡ تَعۡلَمُونَ عِلۡمَ ٱلۡيَقِينِ ٥  لَتَرَوُنَّ ٱلۡجَحِيمَ ٦ ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيۡنَ ٱلۡيَقِينِ ٧  ثُمَّ لَتُسۡ‍َٔلُنَّ يَوۡمَئِذٍ عَنِ ٱلنَّعِيمِ ٨

 

                                                  Rangkuman

  1. Hukum bacaan lam ada dua, yaitu: lam tafkhim dan lam tarqiq.
  2. Hukum bacaan ra’ ada tiga, yaitu: ra’ tarqiq; ra’ tafkhim; jawazul wajhain.
  3. Ra’ dibaca tafkhim (tebal) karena beberapa keadaan, di antaranya:
  4. Jika ra’ berharakat fathah atau fathatain
  5. Jika ra’ berharakat dhamah atau dhammatain
  6. Jika ra’ sukun jatuh setelah huruf berharakat fathah atau dhamah.
  7. Jika ra’ sukun dan huruf sebelumnya berharakat kasrah tetapi kasrahnya tidak asli dari kalimat tersebut.
  8. Jika ra’ sukun sedangkan huruf sebelumnya berharakat kasrah asli, namun sesudah ra’ sukun ada huruf isti’la ( إستعلاء ) yang tidak kasrah (huruf isti’la tidak di-kasrah)
  9. Jawazul wajhain ialah ra’ yang dapat dibaca tipis atau tebal
  10. Huruf isti’la adalah huruf-huruf yang makhraj-nya terletak pada pangkal lidah sebelah atas.[1]

SIDANG KELULUSAN SISWA KELAS IX MTS NEGERI 1 KOTA BANDUNG TAHUN PELAJARAN 2021/2022

0

Alhamdulillah Puji syukur atas kehadirat Illahi robbi atas berjuta anugrah tak terbatas…sehingga pada pagi hari ini bisa bersama melaksanakan tugas sebagaimana biasa

Sholawat wa salamuhu semoga senantiasa tercurah pada junjungan nabi Muhammad SAW dan semoga kelak kita mendapatkan syafaat nya…amin

Hari ini, Rabu, 15 Juni 2021 Pukul 08.00 WIB di MTs Negeri 1 Kota Bandung melaksanakan Sidang Kelulusan Siswa Kelas IX Tahun pelajaran 2021-2022

Hasil sidang mengacu pada kriteria kelulusan siswa yang telah ditetapkan maka seluruh siswa kelas IX yang berjumlah 214 dinyatakan Lulus 100% sebagaimana SK terlampir.

Selanjutnya madrsah menghaturkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada bapak ibu guru, bapak ibu pengawas dan semua pihak yang telah membantu seluruh proses keberhasilan belajar siswa kelas IX.

Teriiring doa semoga ilmu yang bapak ibu guru berikan menjadi ilmu yang bermanfaat dan menjadi generasi sholeh sholihah pemimpin masa depan bangsa dan juga semoga menjadi jariyah bagi bapak ibu guru orang tua dan seluruh civitas akademika MTs Negeri 1 Kota Bandung

Demikian pengantar singkat proses sidang kelululusan Siswa Kelas IXII MTs Negeri 1 Kota Bandung Tahun Pelajaran 2021-2022.

Selamat dan sukses untuk ananda semua kelas  IX, selamat menempuh pendidikan baru di SMA/MA dan SMK dimanapun kalian berada doa restu bapak ibu guru selalu mengiringi langkahmu dan semoga Allah meridhoi…amin

Wassalamualaikum w.w.

 

TES BTQ BAGI CALON PESERTA DIDIK KELAS VII DI MTS NEGERI KOTA BANDUNG TP 2022-2023

0

Panitia Peserta Didik Baru (PPDB) MTs Negeri 1 Kota Bandung menyelenggarakan tes Baca Tulis Al-qur’an (BTQ) bagi calon peserta didik kelas VII pada hari Selasa s.d Kamis, 21 s.d. 23 Juni 2022. Program ini sebagai langkah kedua setelah tes potensi akademik secara tertulis pada hari Senin, 20 Juni 2022. Tes BTQ ini bertujuan mengetahui kemampuan siswa baru dalam membaca dan menulis Al-qur’an. Hasil dari program ini adalah untuk mengentaskan peserta didik yang belum tuntas dalam membaca Al-qur’an.

“Akan ada bimbingan khusus bagi siswa yang belum tuntas. Masing-masing kelas akan ada pembimbing tersendiri untuk memaksimalkan bimbingan” ungkap Hj. Ummi Habibah NA. S.Ag, M.M. Pd selaku ketua panitia. Hal itu penting untuk mewujudkan visi madrasah yaitu terwujudnya warga madrasah yang JUARA (Jujur, Unggul, Aktif, Rajin dan Agamis).

Surat At Takatsur, HASRAT DUNIA YANG MERUSAK

0

Surat AT Takatsur
HASRAT DUNIA YANG MERUSAK

Penulis : Tati Nuryati,M.Pd.

Abstrak
Surat At Takatsur berisi penjelasan bahwa manusia memiliki hasrat yang harus dipenuhi dalam melangsungkan kehidupannya. Hasrat dunia yang dikelola dan dikendalikan dengan baik akan menjadi jalan bagi manusia untuk mendekaatkan diri kepada Alloh Swt., tapi sayangnya tidak semua manusia dapat melakukannya, sehingga pada akhirnya hasrat dunia tersebut merusak dan menjerumuskan manusia pada kesesatan. Manusia baru menyadari kesalahannya saat kematian datang menjemputnya. Dalam surat At Takatsur Allah Swt. mengancam akan memasukkan manusia ke dalam neraka Jahim jika tidak mampu mengendalikan hasrat dunia. Di akhir surat Allah Swt. menegaskan bahwa pada hari kiamat nanti manusia akan dimintai pertanggungjawaban semua nikmat dan amanah dari Alloh Swt. semasa hidupnya.

Ayat
Surat At-Takatsur

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengsih, Maha Penyayang
اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ – ١
1. Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ – ٢
2. sampai kamu masuk ke dalam kubur.
كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ – ٣
3. Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),
ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ – ٤
4. kemudian sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui.
كَلَّا لَوْ تَعْلَمُوْنَ عِلْمَ الْيَقِيْنِۗ – ٥
5. Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu mengetahui dengan pasti,
لَتَرَوُنَّ الْجَحِيْمَۙ – ٦
6. niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim,
ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِيْنِۙ – ٧
7. kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri,
ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَىِٕذٍ عَنِ النَّعِيْمِ – ٨
8. kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu).

Pendahuluan
Surat At Takatsur merupakan surat yang ke- 102, terdiri dari 8 ayat, dan terdapat pada juz ke-30. Nama surat At Takatsur diambil dari ayat pertama yang artinya bermegah-megahan. Nama lain surat At Takatsur adalah surat Al Haakum yang diambil dari ayat pertama dan Al Maqrabah yang diambil dari ayat kedua. Surat At Takatsur termasuk surat Makkiyah karena diturunkan kepada Rasulullah Saw. di kota Mekah. Surat At Takatsur diturunkan setelah surat Al Kautsar dan sebelum surat Al Ma’un.
Adapun asbabun nuzul surat At Takatsur pada ayat 1-2 disebabkan adanya pertentangan antara dua kabilah Ansar, yaitu Bani Haritsah dan Banil Harits yang saling menyombongkan diri dengan kekayaan dan keturunannya. Mereka juga saling menyombongkan diri dengan kedudukan dan kekayaan orang-orang dari golongannya baik yang masih hidup, maupun yang sudah meninggal. Bahkan mereka saling menyombongkan kepahlawanan golongannya yang sudah gugur dengan menunjukkan kuburannya. Ayat ini turun sebagai teguran kepada orang-orang yang hidup bermegah-megah sehingga melalaikan ibadahnya kepada Allah Swt.

Makna Global Ayat
Semua perhiasan dunia yang dititipkan oleh Alloh Swt. berupa harta yang melimpah, kedudukan yang tinggi, pasangan hidup yang ideal, anak-anak yang pandai dan sukses, dan hiasan dunia lainnya kelak di akhirat akan dimintai pertanggungjawaban. Oleh karena itu Alloh Swt. mengingatkan kepada kita agar mampu mengendalikan hasrat dunia agar tidak merusak, seperti bermegah-megahan, menumpuk harta dengan cara maksiat, mencintai pasangan hidup dan anak secara berlebihan, dan terlalu sibuk dengan urusan dunia sehingga melalaikan ibadah kita kepada Alloh Swt.
Manusia yang memiliki pengetahuan yang sebenarnya (ainul yaqin) akan mampu mengendalikan hasrat dunia dan menyadari bahwa alam kubur bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari kehidupan abadi. Baginya, nikmat dunia hanya ada di tangan dan tidak sampai merasuki hati, sehingga hasrat untuk memperoleh kenikmatan dunia akan diimbangi dengan ketaatan kepada Alloh Swt. agar selamat dunia dan akhirat. Sedangkan bagi orang yang memiliki hasrat yang merusak, maka akan mendapat kerugian dan akan dimasukkan ke dalam neraka Jahim.

Perspektif Tafsir Tematik

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ
1. Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.
Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Kecintaan terhadap dunia, kenikmatannya dan keindahannya, telah melalaikan kamu dari mencari akhirat. Dan itu terus terjadi pada kamu sehingga kematian mendatangimu dan kamu mendatangi kuburan serta menjadi penghuninya”.
At-Takatsur (bermegah-megahan) mencakup berbangga dengan banyaknya harta, qabilah, kedudukan, ilmu, dan semua yang memungkinkan terjadi saling berbangga dengannya. Ini ditunjukkan oleh perkataan pemilik sebuah kebun kepada kawannya.
أَنَا أَكْثَرُ مِنْكَ مَالًا وَأَعَزُّ نَفَرًا
Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat.
Makna ”telah melalaikan kamu” yaitu, telah menyibukkan kamu sehingga kamu lalai dari yang lebih penting, yaitu dzikrullah dan melaksanakan ketaatan kepada-Nya. Perkataan ini ditujukan kepada seluruh umat, namun itu dikecualikan orang yang disibukkan oleh perkara-perkara akhirat dari perkara-perkara dunia, dan mereka ini sedikit”.
Ayat ini juga telah dijelaskan oleh Rasulullah Saw. kepada para sahabat sebagaimana disebutkan di dalam hadits-hadits berikut:

عَنْ مُطَرِّفٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقْرَأُ أَلْهَاكُمْ التَّكَاثُرُ قَالَ يَقُولُ ابْنُ آدَمَ مَالِي مَالِي
قَالَ وَهَلْ لَكَ يَا ابْنَ آدَمَ مِنْ مَالِكَ إِلَّا مَا أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ أَوْ تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ

Dari Mutharrif, dari bapaknya, dia berkata, “Aku mendatangi Nabi Saw. ketika Beliau sedang membaca ayat “Al-hakumut Takatsur”, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Anak Adam mengatakan, ‘Hartaku, hartaku!’, Kemudian Rosululloh Saw. bersabda lagi, “Bukankah engkau tidak memiliki harta kecuali harta yang telah engkau makan, sehingga engkau habiskan; Atau apa yang telah engkau pakai, sehingga engkau menjadikannya usang; Atau apa yang telah engkau sedekahkan, sehingga engkau meneruskan (yaitu terus memilikinya sampai hari kiamat-pen)”. [HR. Muslim]

حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ
2. Sampai kamu mengunjungi (masuk ke dalam) kuburan.
Yaitu sampai kematian mendatangimu, sehingga kamu berada di kuburan sebagai orang-orang yang mengunjungi kuburan, lalu kamu akan kembali dari kuburan menuju surga atau neraka, sebagaimana kembalinya orang yang berkunjung menuju rumahnya.
Syaikh al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa makna ‘Sampai kamu mengunjungi kuburan”, maksudnya adalah sampai kamu mati. Manusia itu memiliki watak untuk bermegah-megahan dengan banyaknya (kesenangan dunia) sampai mati. Bahkan semakin bertambah tua, angan-anganpun ikut bertambah. Maka manusia itu bertambah tua umurnya, namun angan-angannya muda. Misalnya, ada orang yang berumur 90 tahun tetapi angan-angannya laksana pemuda yang berumur 15 tahun. Inilah makna ayat yang mulia ini, yaitu bahwa kamu telah melalaikan akhirat sampai kamu mati dengan sebab bermegah-megah dengan banyaknya (kesenangan dunia)”. Ayat ini juga mengisyaratkan agar manusia banyak mengingat kematian, karena barapapun harta yang berhasil dia kumpulkan di dunia ini, capat atau lambat, semua harta itu pasti akan dia tinggalkan seiring dengan kematian yang datang.

كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ
3. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),
Kalla (كَلَّا) dapat berarti sebenarnya, dan berarti larangan. Yaitu berhentilah dari bermegah-megahan ini!
Firman Allah Swt., yang artinya, “kelak kamu akan mengetahui”, yakni kamu akan mengetahui akibat buruk prilakumu, bahwa bermegah-megah ini tidak memberikan manfaat kepada kamu”.

ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ
4. Dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.
Ayat ini memuat berita tentang kepastian adanya siksa kubur dan akhirat. Kita akan mengetahui, malaikat maut akan datang untuk mencabut nyawa. Kita akan mengetahui jika saat memasuki kubur, maka malakikat Munkar dan Nakir datang untuk mengajukan pertanyaan. Ketakutan akan menyelimuti kita saat malaikan munkar dan Nakir menanyai kita di alam kubur.

كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ
5. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin
Syaikh al-‘Utsaimin rahimahullah berkata, “yakni: sebenarnya jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, kamu benar-benar mengetahui bahwa kamu dalam kesesatan, tetapi kamu tidak mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, karena kamu lalai dan bermain-main di dunia ini. Jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, sesungguhnya kamu benar-benar menyadari bahwa kamu berada di dalam kesesatan dan kesalahan yang besar”.

لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ
6. Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim,
Mengenai kata “kamu” dalam ayat ini, menurut sebagian Ulama diarahkan untuk orang kafir. Seperti firman Allah Swt.

وَرَأَى الْمُجْرِمُونَ النَّارَ فَظَنُّوا أَنَّهُمْ مُوَاقِعُوهَا وَلَمْ يَجِدُوا عَنْهَا مَصْرِفًا

Dan orang-orang yang berdosa melihat neraka, maka mereka meyakini, bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka tidak menemukan tempat berpaling dari padanya.
Sebagian lain menyatakan bahwa kata ‘kamu’ itu untuk umum, semua manusia. Sehingga neraka itu disiapkan untuk orang-orang kafir sebagai tempat tinggal menetap, dan untuk orang-orang beriman sebagai tempat lewat. Allah Swt. berfirman:

وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا ۚ كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا ﴿٧١﴾ ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِييهَا جِثِيًّا

Dan tidak ada seorangpun dari kamu, melainkan akan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zhalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.
Karena seluruh manusia akan melewati neraka. Adapun orang-orang kafir mereka akan masuk dan tidak keluar, sedangkan orang-orang beriman, mereka akan melewati sirath (jalan/jembatan di atas jurang neraka Jahannam) dengan kecepatan yang sesuai dengan amalannya ketika di dunia, kemudian di antara mereka sekedar lewat tanpa memasukinya, dan sebagian yang lain memasukinya sementara sampai Allah Azza wa Jalla ijinkan untuk memasuki surga setelah bersih dari dosa-dosa. Kita memohon perlindungan kepada Allah dari siksa neraka.

ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ
7. Dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin.
Yaitu (kamu) akan melihat neraka dengan mata kepala sendiri sehingga menimbulkan keyakinan yang kuat. Setelah kita mengetahui berita-berita yang haq dari Allah Swt.dan Rasul-Nya seperti ini, maka janganlah kita terpedaya dengan kehidupan sementara di dunia ini, kemudian tersibukkan dengannya, dan melalaikan kehidupan hakiki di akhirat. Hanya Allah tempat memohon pertolongan.

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
8. Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan.
Kenikmatan yang akan ditanyakan pada hari kiamat itu umum meliputi seluruh kenikmatan, seperti: kesehatan, keamanan, waktu luang, kelengkapan panca indra, kelezatan makanan dan minuman, makan pagi, siang, dan malam, kenyangnya perut, segarnya minuman, naungan tempat tinggal, keseimbangan badan, kenikmatan tidur, kebahagiaan jiwa, dan lainnya dari nikmat Allah yang tidak terbatas.
Nabi Saw. telah memberitakan kepada kita tentang masalah-masalah yang akan ditanyakan pada hari kiamat. Antara lain yang disebutkan di bawah ini:

عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّىى يُسْأَلَ
عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَ أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيمَا عَلِمَ

Dari Ibnu Mas’ud dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Tidaklah telapak kaki hamba akan bergeser dari hadapan Robbnya pada hari kiamat sampai dia ditanya tentang lima perkara: “Tentang umurnya untuk apa dia habiskan; tentang masa mudanya untuk apa dia pergunakan; tentang hartanya, dari mana dia mendapatkannya; dan untuk apa dia belanjakan; dan apa yang telah dia amalkan dari apa yang telah dia ketahui”.

Perspektif Living Quran
Sungguh mulia kehidupan orang yang mencintai dan istiqomah membaca Al Quran termasuk di dalamnya surat At Takatsur karena satu hurufnya diganjar dengan 1 kebaikan dan dilipatkan menjadi 10 kebaikan. Sebagaimana dijelskan dalam hadits.

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ ووَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.”
Bila dikaji di dalam kitab tafsir Al-Jami’ li ahkamil Qur’an, Imam al-Qurthubi menyebutkan bahwa surat ini adalah satu-satunya surat di dalam al-Qur’an yang berbicara tentang menziarahi kubur tergolong salah satu obat yang paling mujarab bagi hati yang keras. Ketika seseorang membaca dan mendalami makna surat At Takatsur ini, maka hatinya akan lembut karena senantiasa mengingat kematian yang kapan saja akan menjemput.
Membaca surat At Taktsur akan memberikan berbagai kenikmatan karena isi surat ini memberikan pemahaman bahwa harta, tahta, dan pasangan yang cantik/ganteng dimilikinya di dunia ini akan ditinggalkannya. Ketika bisa memahami ini dengan bijak akan menempa diri menjadi pribadi yang ikhlas dan zuhud.
Pribadi yang ikhlas akan lapang dada jika semua kenikmatan yang dimilikinya sewaktu waktu akan diambil oleh Alloh Swt. Sedangkan zuhud adalah pribadi yang hanya mengambil harta hanya untuk kebutuhannya saja. Selebihnya, bakal disedekahkan atau diberikan kepada orang lain yang membutuhkannya. Meski ia bekerja, upah atau gaji yang didapatnya dibagi menjadi dua. Yaitu, untuk kebutuhan hidupnya dan untuk disedekahkan kepada orang lain. Artinya, bila kebutuhan hidupnya sudah terpenuhi, maka selebihnya ia berikan kepada orang-orang yang tidak mampu. Disinilah seseorang akan mendapatkan beragam kenikmatan diantaranya, ia akan selamat dari hasrat yang merusak.
Kenikmatan yang lain yang didapat adalah badannya akn lebih sehat karena ia hanya menggunakan harta dan makannya seukuran kebutuhannya. Sungguh, kebanyakan manusia saat ini mengalami beraneka penyakit karena terlalu berlebih-lebihan dalam mengumpulkan harta, makanan dan kebutuhan hidup lainnya.
Di dalam kitab hadis shahih Muslim disebutkan, ketika selesai membaca surat At Takatsur Rasulullah Saw. bersabda, “Anak adam mengatakan, hartaku, hartaku! Tidaklah kau memiliki apapun dari hartamu, kecuali apa yang engkau makan dan ia pun habis, apa yang engkau pakai dan dia pun menjadi usang, apa kau sedekahkan, ia pun menjadi berlalu. Harta selain itu akan lenyap dan perkenanlahlah untuk orang lain.”
Ucapan Rasulullah SAW. tersebut menjadi bukti bahwa kebutuhan manusia hakikatnya tidaklah banyak. Ia hanya perlu pada makanan yang dimakannya, dan pakaian yang dipakainya. Jika ada yang lebih, hendaklah disedekahkan. Jika tidak, inilah yang membuat seseorang menjadi mudah terserang penyakit. Karena ia bisa sibuk memikirkan hartanya atau ia menjadi orang yang gemar mengonsumsi segala hal yang halal secara berlebihan sehingga membuat fisiknya menjadi tidak sehat.
Inilah di antara nikmat yang bakal diberikan Allah kepada orang yang rajin membaca surat At Takatsur. Ia akan mendapatkan kenikmatan karena tidak mudah terserang penyakit. Ia akan mendapatkan kenikmatan karena tidak sibuk mengumpulkan harta, sehingga kehidupannya menjadi lapang dan senang. Makanya, Rasulullah Saw. bersabda, “Dua nikmat yang dilupakan kebanyakan manusia adalah sehat dan waktu senang.”
Para ulama tafsir sepakat, bahwa ayat ke-3 sampai dengan ayat ke-8 dari surat At-Takatsur adalah, gambaran yang akan menimpa orang-orang yang terlalu menyibukkan diri dan membanggakan diri mereka dalam mengumpulkan harta. Mereka akan menyaksikan apa yang telah disiapkan Allah SWT. Maka tidak heran bila Allah menggunakan kata “kalla” sebanyak tiga kali di dalam ayat.
Ketika Allah Swt. berfirman, “Sekali-kali tidak, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu)” (QS. At-Takatsur: 3), para ulama tafsir sepakat bahwa ayat ini akan membicarakan tentang kematian pasti akan datang, dan para pengumpul harta akan berpisah dengan hartanya. Akibat perbuatannya tersebut, ia tidak memiliki bekal amal yang banyak saat dipanggil Allah Swt. Sungguh, ini adalah penyesalan pertama para pengumpul harta.
Seanjutnya Allah SWT. berfirman, “kemudian sekali-kali tidak, kelak kamu akan mengetahui” (QS. At-Takatsur: 4), para ulama tafsir sepakat bahwa ini juga bagian dari penyesalan manusia selanjutnya. Yaitu, ketika masuk ke dalam kubur, lalu Malaikat Munkar dan Nakir datang menemuinya dam mengajukan beragam pertanyaan hingga tak mampu menjawab. Pertanyaan yang diajukan tak luput dari sekitar permasalahan harta yang dimiliki dan untuk apa digunakan.
Ketika Allah SWT. berfirman, “Sekali-kali tidak, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin” (QS. At-Takatsur: 5), para ulama sepakat bahwa ini adalah penyesalan terakhir manusia saat mengetahui dengan yakin bahwa catatan amalnya hanya berisi catatan tentang keburukan akibat menyibukkan diri dalam mengumpulkan harta sehingga lupa ibadah atau ibadah hanya dijadikan sekedar penggugur kewajiban sebagai muslim.
Ketika Allah Swt. berfirman, “Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan Sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” para ulama sepakat bahwa neraka jahim adalah tempat akhir dari orang yang sibuk mengumpul harta. Harta tersebut bukan digunakan untuk ibadah atau diinfakkan di jalan Allah, tapi hanya untuk membanggakan diri. Di hari penghisaban nantinya akan ditanya kepada Allah Swt. tentang nikmat-nikmat yang sudah diberikannya, tapi tidak pernah digunakan untuk yang baik. Sungguh, yang ada nantinya hanyalah penyesalan demi penyesalan.

Perspektif Smart Motivasi Quran
Surat At Takatsur menjelaskan bahwa banyak manusia terbuai dalam hasrat dunia berupa wanita, anak-anak dan harta kekayaan yang melimpah. Sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur’an.

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلْبَنِينَ وَٱلْقَنَٰطِيرِ ٱلْمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلْفِضَّةِ وَٱلْخَيْلِ ٱلْمُسَوَّمَةِ وَٱلْأَنْعَٰمِ وَٱلْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسْنُ ٱلْمَـَٔابِ

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”
Ayat ini menjelaskan bahwa perhiasan dunia diciptakan bukan untuk mempersulit manusia, namun untuk menguji apakah manusia itu sanggup menahan hasrat dunia atau tidak. Sebagai contoh, banyak lelaki beristri yang tidak sanggup menahan hasrat dirinya sehingga terjerat godaan wanita lain, bahkan terjerat oleh wanita yang telah bersuami. Atau sebaliknya banyak wanita bersuami yang terjerat lelaki yang telah beristri. Padahal hasrat untuk mendapatkan lawan jenis dengan tidak melalui jalur-jalur syariat Allah, akan berdampak buruk bagi manusia tersebut.
Mereka tidak menyadari bahwa hasrat duniawi itu tidak akan berhenti dan terpuaskan sampai ajal menjemput. Oleh karena itu mari kita senantiasa mencintai dan menyayangi pasangan yang telah diberikan oleh alloh Swt. karena mereka adalah pasangan terbaik.
Begitu pula dengan kebanggaan terhadap anak-anak, banyak orang tua yang salah asuh dalam mendidik putra-putrinya. Mereka hanya memikirkan apa yang mereka makan dan akan jadi apa mereka nanti. Kesuksesan diukur dalam kacamata dunia. Banyak orang tua yang bersedih saat mereka tahu anaknya tidak menguasai bahasa asing atau nilai raportnya jelek, tetapi biasa saja jika melihat anaknya tidak bisa membaca Al Quran dan sering meninggalkan sholat. Oleh karena itu mari kita mencintai sewajarnya dan mendidik dengan cara-cara qur’ani agar mereka menjadi anak uang sholeh dan sholehah.
Hiasan dunia lain yang sering melalaikan manusia adalah urusan harta dan tahta. Harta dapat berupa emas, perak, hewan ternak, hewan peliharaan, kendaraan, tanah, sawah, kebun, ladang, dll. Hasrat untuk memiliki harta yang melimpah adalah keinginan dasar bagi manusia. Hasrat dunia hanyalah kesenangan yang bersifat sementara, fana dan akan lenyap sedangkan yang kekal adalah surga Allah semata. Oleh karena itu marilah kita mencari harta dengan cara-cara yang halal dan menggunakannya di jalan yang diridhoi Allo Swt. Kita harus menyadari bahwa hasrat manusia itu tidak ada batasnya, jika kira terus memperturutkan hasrat dunia yang merusak, maka kita akan celaka. Tugas kita adalah mengendalikan hasrat tersebut jangan sampai merusak sebagaimana yang terkandung dalam surat At Takatsur. Semoga kita termasuk orang-orang yang bersyukur dan qonaah atas apa yang Allah limpahkan.
Selaran dengan isi surat At Takatsur, Rosululloh Saw. menjelaskan bahwa kita harus memanfaatkan 5 perkara sebelum datang yang 5 perkara untuk membentengi diri kita dari hasrat yang merusak,

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

Manfaatkanlah lima perkara sebelum kamu kedatangan lima perkara. Yakni Masa mudamu sebelum datang masa tuamu. Sehatmu sebelum datang sakitmu. Masa kayamu sebelum datang faqirmu. Waktu luangmu sebelum waktu sibukmu. Masa hidupmu sebelum datang kematianmu”. (HR. Ibnu Abbas RA).
Pertama, masa muda sebelum datang masa tua. Menjadi tua adalah keniscayaan yang tidak bisa dihindari, oleh karena itu kita harus mengisi masa muda dengan amal ibadah dan hal-hal yang positif. Alangkah ruginya jika kita menyia-nyiakan masa muda. Di saat orang lain sukses dan kaya karena rajin belajar di masa mudanya, kita masih harus bekerja keras bahkan meminta bantuan orang lain untuk mendapatkan sesuap nasi di masa tua karena saat muda waktu kita dihabiskan untuk mengikuti hasrat dunia yang tidak penting.
Kedua, masa sehat sebelum sakit. Kita harus menjaga nikmat sehat dengan melaksanakan pola hidup sehat karena kesehatan adalah nikmat yang besar. Selain itu kita harus memanfaatkan masa sehat dengan berbuat amal kebajikan, jangan sampai kita banyak alasan dan pura-pura sakit saat melaksanakan ibadah. Bagaimana jika kepura-puraan kita akan menjadi kenyataan ?.
Ketiga, masa kaya sebelum miskin. Kita harus faham bahwa kekayaan adalah apa yang kita infakkan di jalan Allah, bukan apa yang tersimpan di akun rekening bank. Oleh karena itu semasa kaya kita harus membayar zakat, berindak, dan bershosaqoh karena saat masuk alam kubur kita tidak akan membawa apa-apa bahkan kain kafan kita pun nanti tidak memiliki saku yang bisa digunakan untuk mengantongi uang.
Keempat, waktu luang sebelum sibuk. Dunia itu hanya sebuah persinggahan, jika kita berleha-leha di waktu luang, maka pada saat ajal di tenggorokan kita belum punya bekal amal yang cukup. Dan kelima, masa hidup sebelum mati. Hidup adalah perjuangan dan kematian adalah ujung perjuangan sekaligus pintu dari kehidupan abadi. Hidup itu singkat sedangkan akherat itu abadi, tetapi banyak manusia yang terjebak tipu daya dunia. Bagi orang yang beriman, mengingat kematian adalah motivasi untuk semakin meningkatkan amal ibadah dan kematian adalah moment terindah untuk menghadap Alloh Swt.

Refleksi dan Tadabbur Qurani
Di jaman penuh persaingan seperti saat ini banyak manusia yang terlalu sibuk memenuhi hasrat dunia sampai melupakan urusan akhirat. Sebagai contohnya kita sering mendengar berita tentang pejabat yang memiliki penghasilan besar terjerumus melakukan tindakan korupsi karena kerakusannya menumpuk harta untuk bermegah-megahan. Ada pula orang yang melakukan tindakan manipulatif dan menghalakan segala cara untuk mendapatkan jabatan. Mereka tidak sadar bahwa pejabat hakikatnya adalah pelayan rakyat bukan perampok hak takyat.
Rosululloh menjelaskan bahwa harta kita sesungguhnya adalah yang kita pakai, kita makan, dan kita sedekahkan. Dan harta yang menjadi bekal di akhirat adalah harta yang kita sedekahkan. Saat menghadap Alloh Swt. kita harus mempertanggung jawabkan 5 perkara, yaitu untuk apa umur kita habiskan? untuk apa masa muda kita gunakan ? dari mana kita mendapatkan harta ? digunakan untuk apa harta yang kita miliki ? dan amal baik apa yang telah kita lakukan ?.
Kita sering terlalu sibuk dengan menghabiskan waktu untuk urusan dunia seperti bekerja, belajar atau hal lainnya sampai melalaikan ibadah kepada Alloh Swt. Kita bisa disiplin waktu saat bekerja, tetapi berleha-leha saat ibadah kepada Alloh Swt. Bahkan ibadah yang kita lakukann sering terburu-buru dan hanya sebatas penggugur kewajiban. Dzikir tertinggal, sholat shunat terlewat, bahkan ada yang sampai rela meninggalkan sholat wajib. Kita lupa bahwa perjalanan hidup di dunia ini hanya sementara dan kematian akan datang dengan tiba-tiba sedangkan kita belum memiliki bekal untuk menghadap Alloh Swt.
Orang yang memiliki kecerdasan yang sesungguhnya (ainul yaqin) akan mempersiapka diri dengan taat kepada Alloh agar tidak termasuk golongan penghuni neraka Jahim sehingga tidak akan sibuk untuk bermegah-megahan yang dapat melalaikan Allah Swt. karena mereka mengetahui bahwa semua kenikmatan dunia berupa kesehatan, waktu luang, keamanan, makanan, minuman dan nikmat-nikmat lainnya akan dipertanggungjawabkan kepada Alloh Swt.
Salah satu upaya melembutkan hati ialah dengan dengan berjiarah kubur hati. Berjiarah kubur dapat memberikan pelajaran bahwa suatu saat kita pun akan dicabut nyawa, masuk ke alam kubur lalu bertemu dan ditanyai oleh malaikat Munkar dan Nakir. Setelah itu kita dihadapkan pada dua kemungkina, mendapatkan siksa kubur atau nikmat kubur ?

Penutup
Surat At Takatsur ini memberikan peringatan kepada orang yang tidak bisa mengendalikan hasrat dunia. Mereka sibuk bermegah-megahan, membanggakan diri dan hanya memikirkan kelezatan dan kesenangan fisik semata Merekalupa bahwa setiap rejeki dan kenikmatan yang diterima harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya karena kelak harus dipertanggungjawaban. Mulai dari kesehatan, waktu, harta, istri/suami, kedudukan, hingga anak-anak. Jangan sampai nikmat-nikmat itu justru melalaikan dari akhirat. Bagi menreka yang tidak mampu mengendalikan hasrat dunia maka neraka Jahim tempatnya.
Demikian kajian surat At Takatsur mulai dari terjemahan, makna global ayat, perspektif tafsir tematik, perspektif living quran, perspektif Smart Motivation Qur’an (SMQ), refleksi dan tadabbur qurani. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjauhkan kita dari hasrat dunia yang merusak. Amin yra.

Download Kaldik Madrasah Tahun Pelajaran 2022/2023

0

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian merilis Kalender Pendidikan RA dan Madrasah Tahun Pelajaran 2022/2023. Seperti biasa, peluncuran kaldik ini dilakukan sebelum Tahun Pelajaran 2022/2023 berlangsung. Karena tentunya akan menjadi pedoman bagi setiap madrasah dalam menyusun kalender pendidikan di lembaganya dalam satu tahun pelajaran mendatang.

Kaldik RA dan Madrasah tahun pelajaran 2022/2023 ini ditetapkan melalui Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3001 Tahun 2022 Tentang Kalender Pendidikan Madrasah Tahun Pelajaran 2022/2023. Regulasi yang ditandatangani langsung oleh Dirjen Pendis, Muhammad Ali Ramdhani ini ditetapkan 3 JunI 2022

MTsN 1 Kota Bandung kutip dari diktum kedua Keputusan Ditjen Pendis ini dinyatakan bahwa kalender pendidikan ini digunakan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan pendidikan Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), dan Madrasah aliyah Kejuruan (MAK) di seluruh Indonesia.

Dalam diktum berikutnya, diktum ketiga, disebutkan bahwa Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dapat menetapkan implementasi kalender pendidikan madrasah di wilayahnya, menyesuaikan dengan kebutuhan, kondisi dan kebijakan pemerintah daerah setempat.

Karena itu, biasanya dari Kalender Pendidikan Dirjen Pendis ini kemudian Kanwil Kemenag akan menetapkan implementasi kalender pendidikan untuk Ra dan madrasah di wilayah provinsinya masing-masing.

1. Kaldik Madrasah Semester Ganjil 2022/2023

Berdasarkan lampiran kaldik madrasah yang MTsN 1 Kota bandung dapatkan, awal tahun pelajaran baru 2022/2023 atau hari pertama masuk madrasah tahun pelajaran 2022/2023 adalah Senin, 18 Juli 2022.

Serangkai kegiatan kemudian menghiasi semester gasal tahun tersebut. Yang kemudian kegiatan-kegiatan tersebut akan diakhiri dengan rangkaian kegiatan Penilaian Akhir Semester (PAS), pembagian rapor, dan libur semester.

Penilaian Akhir Semester dimulai pada 28 November hingga 10 Desember 2022. Pembagian rapor semester pertama akan dilakukan pada Jumat, 23 Desember 2022 bagi madrasah yang menjalankan 5 hari kerja dan pada hari Sabtu, 24 Desember 2022 bagi madrasah yang masuk 6 hari kerja.

Setelahnya adalah libur akhir semester yang berlangsung mulai tanggal 26 sampai 31 Desember 2022.

Kegiatan-kegiatan selengkapnya adalah sebagaimana daftar berikut ini.

9 Juli 2022: Hari Raya Idul Adha 1443 H
18 Juli 2022: Hari pertama masuk madrasah Tahun pelajaran 2022/2023
30 Juli 2022: Tahun Baru Islam 1444 H
17 Agustus 2022: HUT Kemerdekaan RI
8 Oktober 2022: Maulid Nabi Muhammad SAW
28 November – 10 Desember 2022: Penilaian Akhir Semester (PAS)
23 Desember 2022: Pembagian rapor semester ganjil (5 hari kerja)
24 Desember 2022: Pembagian rapor semester ganjil (6 hari kerja)
25 Desember 2022: Hari Raya Natal
26 – 31 Desember 2022: Libur Semester Ganjil

2. Kaldik Madrasah Semester Genap 2022/2023

Semester genap tahun pelajaran 2022/2023 bagi RA dan madrasah dimulai pada Senin, 2 Januari 2023.

Sedang untuk Ujian Madrasah diberikan rentang waktu antara tanggal 27 Maret sampai 15 April 2023 untuk Madrasah Aliyah dan 15-31 Mei 2023 untuk jenjang MI dan MTs. Dilanjutkan dengan pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT) mulai 29 Mei hingga 10 Juni 2023.

Selanjutnya untuk kegiatan pembagian rapor semester genap dilaksanakan pada 16 Juni 2023 (bagi madrasah 5 hari kerja) dan 17 Juni 2023 (bagi madrasah 6 hari kerja). Terakhir, libur akhir tahun berlangsung mulai 19 Juni hingga 9 Juli 2023.

Selengkapnya sebagaimana daftar di bawah.
1 Januari 2023: Tahun Baru Masehi
2 Januari 2023: Awal semester genap
3 Januari 2023: HAB Kementerian Agama
22 Januari 2023: Tahun Baru Imlek
18 Februari 2023: Peringatan isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
22 Maret 2023: Hari Raya Nyepi
7 April 2023: Wafat Yesus Kristus
9 April 2023: Hari Paskah
27 Maret – 15 April 2023: Perkiraan rentang waktu UM jenjang MA
21-22 April 2023: Hari Raya Idulfitri 1444 H
1 Mei 2023: Hari Buruh
6 Mei 2023: Hari Raya Waisak
18 Mei 2023: Kenaikan Yesus Kristus
15-31 Mei 2023: Perkiraan rentang waktu UM jenjang MI dan MTs
19 Mei – 10 Juni 2023: Penilaian Akhir Tahun (PAT)
1 Juni 2023: Hari Lahir Pancasila
16 Juni 2023: Pembagian rapor semester genap (5 hari kerja)
17 Juni 2023: Pembagian rapor semester genap (6 hari kerja)
19 Juni – 9 Juli 2023: Libur akhir tahun pelajaran

Sambil menunggu implementasi kalender pendidikan yang biasanya diterbitkan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Jawa barat, silahkan cermati dan pedomani kalender pendidikan madrasah tahun 2022/2023 dari Dirjen Pendis tersebut, terutama dalam persiapan menyambut tahun pelajaran baru, 2022/2023.

Silahkan unduh kalender pendidikan dalam format Microsoft excel melalui tombol download di bawah.

Silahkan unduh kalender pendidikan dalam format Microsoft pdf melalui tombol download di bawah.

 

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 1 KOTA BANDUNG TAHUN PELAJARAN 2022/2023

6

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 1 KOTA BANDUNG TAHUN PELAJARAN 2022/2023

Daftarkan segera putra putri Anda di madrasah terbaik!!!!

? Madrasah Lebih Baik, Lebih Baik Madrasah
? Madrasah Hebat Bermartabat
? Madrasah Mandiri Berprestasi
? MTsN 1 Kota Bandung JUARA

Jujur – Unggul – Aktif – Ramah – Agamis ??️?️

Pendaftaran MTsN 1 Kota Bandung JUARA dilaksanakan secara ONLINE

?JALUR PENDAFTARAN
• Jalur Prestasi
• Jalur Test Akademik dan BTQ
• Jalur Bina Lingkungan (Zonasi)
• Jalur RMP (Zonasi)

⏲️ JADWAL KEGIATAN PPDB
Persiapan dan Sosialisasi : 17-21 Mei 2022
Pendaftaran On-Line : 23 Mei – 4 Juni 2022
Verifikasi Berkas : 27 Mei – 10 Juni 2022
Tes Seleksi Akademik : 20 Juni 2022
Tes Seleksi BTQ : 21-23 Juni 2022
Tes Seleksi Jalur Prestasi : 24 Juni 2022
Pengumuman : 28 Juni 2022
Daftar Ulang : 29-30 Juni 2022
Masa Taaruf Siswa Madrasah : 11-13 Juli 2022

PERSYARATAN ( Diupload melalui link PPDB)
https://bit.ly/PPDBMTSN1KOTABDG2223

? A. Persyaratan Umum
1. Kartu NISN dari internet
2. Kartu Keluarga
3. KTP orang tua (Ayah-Ibu)
4. Akte Kelahiran
5. Raport Kelas IV dan V (semester 1 dan 2) dan Raport Kelas VI (semester 1)

? B. Persyaratan Khusus
• Jalur Prestasi
Sertifikat Kejuaraan akademik atau Non-akademik minimal tingkat Kota

? Jalur RMP
1. Kartu Indonesia Pintar (KIP)
2. Program Keluarga Harapan (PKH)
3. Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)
4. Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) terbit minimal 6 bulan terakhir

? C. Materi Tes Akademik
1. PAI
2. Bahasa Indonesia
3. Matematika
4. IPA
5. IPS

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest posts