Tuesday, August 18, 2026
Home Blog

Semangat Kemerdekaan, Guru MTsN 1 Kota Bandung Satukan Langkah dalam Upacara HUT RI ke-81

0

Kota Bandung (KEMENAG)

Semangat memperingati kemerdekaan dan memperkuat pengabdian kepada bangsa ditunjukkan 10 guru perwakilan MTs Negeri 1 Kota Bandung melalui keikutsertaan dalam Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bersama seluruh ASN di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Bandung, Senin (17/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para ASN untuk mengenang perjuangan para pendahulu sekaligus memperbarui komitmen dalam memberikan pelayanan dan kontribusi terbaik bagi masyarakat. Dalam kegiatan itu, MTsN 1 Kota Bandung diwakili antara lain oleh Dodi dan Muflikhudin.

Pelaksanaan upacara berlangsung khidmat dengan seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan secara tertib. Momentum peringatan kemerdekaan dimanfaatkan untuk meneguhkan kembali nilai persatuan, gotong royong, disiplin, dan tanggung jawab sebagai bagian dari kehidupan berbangsa. Bagi guru madrasah, nilai tersebut memiliki arti penting karena dapat diteruskan melalui keteladanan kepada peserta didik, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandung, Drs. H. Mohammad Ali Abdul Latief, M.Ag., dalam pidatonya mengajak seluruh ASN menjadikan momentum kemerdekaan sebagai dorongan untuk meningkatkan kualitas pengabdian. “Kemerdekaan bukan sekadar warisan yang kita terima, tetapi tanggung jawab yang harus kita isi dengan kerja nyata, integritas, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan pesan tersebut, Kepala MTsN 1 Kota Bandung, Kurniawan, menilai peringatan HUT RI memiliki makna strategis bagi dunia pendidikan. Menurutnya, guru tidak hanya bertugas memberikan pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda. “Semangat kemerdekaan harus tercermin dalam sikap dan pengabdian kita. Guru harus mampu menjadi teladan dalam membangun rasa cinta tanah air, kedisiplinan, dan tanggung jawab,” katanya.

Keikutsertaan guru MTsN 1 Kota Bandung dalam upacara tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga semangat kebangsaan di lingkungan madrasah. Peringatan HUT RI ke-81 diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat budaya kerja yang berlandaskan integritas, kedisiplinan, dan semangat melayani. Nilai-nilai tersebut selanjutnya diharapkan dapat ditularkan kepada peserta didik sehingga tumbuh generasi madrasah yang berkarakter, memiliki wawasan kebangsaan, serta siap mengambil peran dalam membangun Indonesia.

Kontributor        : Hafizd Fahmilhaq

Fotografer          : Hafizd Fahmilhaq

Gelora Kemerdekaan MTsN 1 Kota Bandung Dibuka dengan Pesona Tari Kinang Kilaras

0

Kota Bandung (KEMENAG)

Semangat kemerdekaan di MTs Negeri 1 Kota Bandung tidak hanya diwujudkan melalui kompetisi olahraga, tetapi juga melalui pengenalan seni dan budaya Nusantara. Hal tersebut tampak pada pembukaan Gelora (Gerakan Lomba dan Olahraga) dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa (18/8/2026), di halaman depan madrasah. Kegiatan yang digelar OSIS MTsN 1 Kota Bandung itu diawali penampilan Tari Kinang Kilaras oleh empat siswi, Farrah, Prameswari, Nadiza, dan Renka, yang mendapat sambutan antusias dari warga madrasah.

Penampilan seni tradisional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada peserta didik melalui pengalaman langsung. Gelora tidak hanya menjadi ruang bagi siswa untuk berkompetisi dan mengembangkan bakat, tetapi juga menjadi momentum menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas bangsa. Kepala MTsN 1 Kota Bandung, Drs. Rd. Kurniawan, M.PFis., mengatakan kegiatan sekolah perlu memberikan ruang yang seimbang bagi pengembangan prestasi sekaligus karakter kebangsaan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin siswa tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki rasa cinta terhadap budaya dan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Tati Nuryati, M.Pd., menilai pengenalan budaya melalui kegiatan sekolah merupakan langkah strategis untuk mendekatkan generasi muda dengan warisan budaya bangsa. Menurutnya, seni dan olahraga memiliki kekuatan untuk membangun karakter melalui pengalaman yang menyenangkan dan kolaboratif. “Seni dan olahraga dapat menjadi media pendidikan karakter. Kami berharap siswa semakin mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya Indonesia,” tuturnya. Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kreativitas dan pelestarian budaya.

Salah seorang siswa, Naira, mengaku antusias menyaksikan pembukaan Gelora yang dikemas dengan nuansa budaya. Ia menilai penampilan tari tradisional memberikan warna berbeda sekaligus menambah pengalaman bagi siswa. “Saya senang karena pembukaan Gelora tidak hanya tentang lomba, tetapi juga menampilkan budaya daerah. Ini membuat kami semakin bangga menjadi bagian dari Indonesia,” katanya. Melalui Gelora, MTsN 1 Kota Bandung meneguhkan komitmen menjadikan kegiatan sekolah sebagai ruang untuk mengembangkan potensi, memperkuat kebersamaan, serta menanamkan kecintaan terhadap budaya dan identitas bangsa sejak dini.

Kontributor        : Gun Gun Gumilar

Fotografer          : Hafizd Fahmilhaq

Gelora HUT RI ke-81, Kepala MTsN 1 Bandung Tekankan Persaudaraan dan Kebersamaan

0

Kota Bandung (KEMENAG)

Kepala MTsN 1 Kota Bandung, Drs. Rd. Kurniawan, M.PFis., membuka kegiatan Gelora (Gerakan Lomba dan Olahraga) dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Selasa (18/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman depan madrasah tersebut diselenggarakan OSIS MTsN 1 Kota Bandung dan diikuti seluruh siswa serta guru sebagai momentum memperkuat persaudaraan, kebersamaan, serta semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

Dalam sambutannya, Kurniawan, menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui aktivitas yang membangun karakter dan kebersamaan warga madrasah. “Gelora ini bukan sekadar perlombaan dan olahraga, tetapi menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan sportivitas, dan membangun semangat kebersamaan di lingkungan madrasah,” ujarnya.

Kurniawan juga mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang untuk menumbuhkan sikap saling menghargai dan menjaga kekompakan. Menurutnya, semangat kemerdekaan perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kerja sama, disiplin, sportivitas, dan kepedulian terhadap sesama. Pembina OSIS MTsN 1 Kota Bandung, Irfan Rosyidin, S.Pd., menyampaikan bahwa Gelora dirancang sebagai kegiatan positif yang melibatkan seluruh warga madrasah. “Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, menjunjung sportivitas, dan menjaga suasana tetap tertib serta menyenangkan,” katanya.

Ketua OSIS MTsN 1 Kota Bandung, Zaki Rafifan, mengatakan Gelora menjadi kesempatan bagi siswa untuk mempererat hubungan antarsesama sekaligus menyalurkan bakat dan kreativitas melalui berbagai kegiatan lomba dan olahraga. “Kami ingin Gelora menjadi momentum untuk membangun kekompakan dan kebersamaan seluruh siswa dan guru. Semoga semangat ini terus terbawa dalam kehidupanc di madrasah,” tuturnya. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya MTsN 1 Kota Bandung menanamkan nilai nasionalisme dan persatuan kepada generasi muda melalui kegiatan yang edukatif, sportif, dan positif.

Kontributor        : Gun Gun Gumilar

Fotografer          : Hafizd Fahmilhaq

Dari Masjid Agung Bandung, MTsN 1 Kota Bandung Teguhkan Spiritualitas dan Nasionalisme Pendidik

0

Kota Bandung (KEMENAG)

Nilai keagamaan dan kecintaan terhadap bangsa menjadi pesan utama dalam keikutsertaan keluarga besar MTs Negeri 1 Kota Bandung pada Tabligh Akbar dan Doa Kebangsaan di Masjid Agung Bandung, Sabtu (15/8/2026). Dipimpin Kepala Madrasah Drs. Rd. Kurniawan, M.PFis., para guru mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bandung bersama Kementerian Agama Kota Bandung sebagai bagian dari upaya memperkuat spiritualitas, ukhuwah, dan semangat kebangsaan di lingkungan pendidikan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kemenag Kota Bandung dan Wali Kota Bandung serta menghadirkan Dr. K.H. Buya Arrazy Hasyim, Lc., sebagai narasumber.

Keikutsertaan para guru tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat keteladanan pendidik. Kepala MTs Negeri 1 Kota Bandung, Kurniawan, menilai guru memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai keimanan sekaligus kecintaan terhadap tanah air kepada peserta didik. Menurutnya, karakter siswa akan lebih mudah tumbuh ketika nilai-nilai tersebut terlebih dahulu tercermin dalam sikap para pendidiknya. “Guru bukan hanya bertugas menyampaikan ilmu, tetapi juga menjadi teladan dalam menanamkan nilai keimanan, persaudaraan, dan kecintaan kepada bangsa,” ujarnya.

Kurniawan menambahkan, penguatan spiritualitas dan nasionalisme perlu berjalan beriringan dalam pendidikan madrasah. Nilai agama, menurutnya, tidak hanya diwujudkan melalui pemahaman keagamaan, tetapi juga melalui sikap peduli, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Karena itu, kegiatan keagamaan yang memuat pesan kebangsaan dinilai relevan untuk memperkuat karakter pendidik sekaligus menjadi bekal dalam membimbing peserta didik menghadapi tantangan zaman.

Guru MTs Negeri 1 Kota Bandung, Ai Nurhayati, M.Pd., mengungkapkan bahwa suasana kebersamaan dalam Tabligh Akbar dan Doa Kebangsaan memberikan pengalaman yang bermakna bagi para peserta. “Melalui doa dan kebersamaan ini, kami memohon keberkahan, keselamatan, dan kemajuan bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi dunia pendidikan,” tuturnya. Tausiah yang disampaikan Buya Arrazy Hasyim kemudian dilanjutkan dengan doa bersama, memperkuat suasana reflektif dan religius dalam kegiatan tersebut.

Partisipasi MTs Negeri 1 Kota Bandung menjadi bagian dari ikhtiar madrasah untuk membangun budaya pendidikan yang berakar pada nilai spiritual sekaligus memiliki kesadaran kebangsaan. Semangat yang diperoleh dari kegiatan tersebut diharapkan dapat diterjemahkan dalam praktik pendidikan sehari-hari, baik melalui keteladanan guru maupun pembinaan karakter peserta didik. Dengan demikian, madrasah tidak hanya menjadi ruang transfer ilmu, tetapi juga tempat tumbuhnya generasi yang beriman, berkarakter, memiliki semangat persatuan, dan mencintai Indonesia.

Kontributor        : Hafizd Fahmilhaq

Fotografer          : Gun Gun Gumilar

Bukan Sekadar Bermain, MTsN 1 Kota Bandung Tanamkan Nasionalisme dan Karakter Siswa

0

Kota Bandung (KEMENAG)

MTs Negeri 1 Kota Bandung memanfaatkan permainan kebangsaan sebagai media pembelajaran untuk memperkuat mental sekaligus membentuk karakter peserta didik. Kegiatan yang digelar Jumat (14/8/2026) tersebut diikuti siswa-siswi MTs Negeri 1 Kota Bandung dengan menghadirkan Babinter TNI AU, Serka Ahmad Gojali, serta sejumlah guru, di antaranya Tati Nuryati, M.Pd. Dikemas secara edukatif dan interaktif, kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan kebangsaan sekaligus menanamkan nilai kerja sama, kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kecintaan terhadap bangsa sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.

Melalui permainan yang dirancang dengan unsur kebangsaan, siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga belajar melalui pengalaman langsung. Mereka ditantang untuk bekerja dalam kelompok, berkomunikasi, mengikuti aturan, mengambil keputusan, serta menyelesaikan berbagai tantangan secara bersama-sama. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah menciptakan pembelajaran karakter yang menyenangkan sekaligus bermakna. Kepala MTs Negeri 1 Kota Bandung, Drs. Rd. Kurniawan, M.PFis., mengatakan pembentukan karakter perlu dilakukan melalui pengalaman nyata. “Kami ingin siswa tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mental yang kuat, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki karakter yang baik,” ujarnya.

Penguatan wawasan kebangsaan juga disampaikan Serka Ahmad Gojali kepada para peserta. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa sehingga perlu dibekali rasa cinta tanah air dan semangat kebersamaan sejak dini. “Generasi muda harus memiliki rasa cinta tanah air, disiplin, serta semangat kebersamaan agar mampu menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh,” katanya. Pesan tersebut diperkuat melalui aktivitas kelompok yang mendorong siswa membangun kekompakan, saling menghargai, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.

Salah seorang siswa, Aghniya, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang menarik sekaligus menambah pemahamannya mengenai pentingnya kebersamaan. Ia menilai permainan membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan dan mudah dipahami. Melalui kegiatan ini, MTs Negeri 1 Kota Bandung menegaskan komitmennya menjadikan pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan sebagai bagian dari pembinaan peserta didik. Nilai yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga lahir generasi yang bermental kuat, disiplin, bertanggung jawab, memiliki semangat persatuan, dan siap berkontribusi bagi Indonesia menuju 2045.

Kontributor        : Gun Gun Gumilar

Fotografer          : Hasna Nafa Nasihah

Pramuka MTsN 1 Kota Bandung Siapkan Generasi Mandiri Menuju Indonesia Emas 2045

0

Kota Bandung (KEMENAG)

Semangat Pramuka di MTs Negeri 1 Kota Bandung diarahkan tidak hanya untuk membentuk peserta didik yang disiplin dan mandiri, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap masa depan bangsa. Pesan tersebut mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Pramuka yang digelar di lapangan madrasah, Jumat (14/8/2026), dengan mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.” Diikuti seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat karakter kepemimpinan, jiwa patriotik, kepatuhan terhadap aturan, serta kepedulian terhadap ketahanan pangan sejak usia sekolah.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Gun Gun Gumilar, M.Ag., yang bertindak sebagai pembina upacara, menegaskan bahwa nilai-nilai kepramukaan memiliki relevansi kuat dengan tantangan bangsa ke depan. Dalam amanatnya, ia mengajak peserta didik menjadikan Pramuka sebagai ruang untuk melatih kemandirian, keterampilan, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki kesadaran bahwa ketahanan pangan dan kemandirian bangsa bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat, termasuk generasi pelajar.

Peringatan Hari Pramuka tersebut juga menjadi sarana untuk menguatkan kembali nilai gotong royong, kerja keras, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam kehidupan peserta didik. Guru MTs Negeri 1 Kota Bandung, Lida Arlini, M.Pd., menilai nilai-nilai tersebut perlu diterjemahkan melalui tindakan nyata, baik di lingkungan madrasah maupun masyarakat. “Generasi muda harus mampu memantapkan langkah dengan terus belajar, bekerja sama, dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa,” katanya.

Salah seorang siswa, Muhammad Azka, mengatakan peringatan Hari Pramuka memberikan pengalaman penting untuk membangun kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab. Menurutnya, semangat Pramuka tidak seharusnya berhenti setelah upacara selesai, tetapi diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari. “Kami ingin terus menjaga kedisiplinan dan kekompakan, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Kepala MTs Negeri 1 Kota Bandung, Drs. Rd. Kurniawan, M.PFis., pada saat yang sama mengikuti agenda lain di Kantor Kementerian Agama Kota Bandung sehingga tidak dapat menghadiri upacara secara langsung. Meski demikian, kegiatan berlangsung khidmat dan seluruh rangkaian dapat terlaksana dengan baik. Melalui momentum Hari Pramuka, MTs Negeri 1 Kota Bandung meneguhkan komitmen menjadikan kegiatan kepramukaan sebagai bagian dari pendidikan karakter untuk membentuk generasi yang tangguh, mandiri, peduli lingkungan, memiliki semangat kebangsaan, dan siap mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Kontributor        : Gun Gun Gumilar

Fotografer          : Hasna Nafa Nasihah

Bekali Generasi Muda dengan Semangat Kebangsaan, MTsN 1 Kota Bandung Gelar Pendidikan Bela Negara

0

Kota Bandung (KEMENAG)

Menyiapkan generasi yang tangguh tidak cukup hanya melalui penguatan akademik. MTs Negeri 1 Kota Bandung membekali peserta didik dengan wawasan kebangsaan melalui Pendidikan Bela Negara dalam rangka memperingati Hari Pramuka, Jumat (14/8/2026). Kegiatan yang menghadirkan Babinter TNI AU Serka Ahmad Gojali sebagai narasumber tersebut diikuti siswa-siswi MTs Negeri 1 Kota Bandung dengan pendampingan para guru, termasuk Tati Nuryati, M.Pd. Kegiatan diarahkan untuk menumbuhkan cinta tanah air, kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sebagai karakter generasi yang dipersiapkan menghadapi Indonesia Emas 2045.

Pendidikan bela negara diberikan melalui penguatan pemahaman mengenai nasionalisme, persatuan, serta tanggung jawab generasi muda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Siswa diajak memahami bahwa bela negara dapat diwujudkan melalui perilaku sederhana yang dilakukan secara konsisten, seperti mematuhi aturan, menghargai perbedaan, menjaga lingkungan, belajar dengan sungguh-sungguh, dan membangun sikap peduli terhadap sesama. Kepala MTs Negeri 1 Kota Bandung, Drs. Rd. Kurniawan, M.PFis., mengatakan pembentukan karakter kebangsaan perlu dimulai sejak usia sekolah. “Kami ingin siswa memiliki rasa cinta tanah air yang kuat, tetapi tetap berlandaskan nilai-nilai agama. Nasionalisme dan keimanan harus berjalan seiring dalam membentuk karakter generasi muda,” ujarnya.

Dalam penyampaian materinya, Serka Ahmad Gojali menekankan bahwa bela negara merupakan tanggung jawab seluruh warga negara dan dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Ia mengajak siswa membangun kebiasaan positif sebagai bentuk kontribusi terhadap bangsa. “Bela negara dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menaati aturan, menjaga persatuan, belajar dengan sungguh-sungguh, dan menghormati sesama,” katanya. Menurutnya, kedisiplinan dan tanggung jawab yang dibangun sejak bangku sekolah akan menjadi modal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan bangsa di masa mendatang.

Salah seorang peserta, Muhammad Arza, mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Baginya, pendidikan bela negara memberikan pemahaman bahwa mencintai Indonesia dapat diwujudkan melalui sikap dan tindakan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, MTs Negeri 1 Kota Bandung berupaya menjadikan nilai kebangsaan sebagai bagian dari pendidikan karakter yang berkelanjutan. Semangat bela negara diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan Hari Pramuka, tetapi tumbuh menjadi budaya yang tercermin dalam kedisiplinan, integritas, gotong royong, dan kepedulian peserta didik. Langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar madrasah menyiapkan generasi yang beriman, berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan siap berkontribusi bagi Indonesia menuju 2045.

Kontributor        : Gun Gun Gumilar

Fotografer          : Hasna Nafa Nasihah

Langkah Bersama untuk Kerukunan, ASN MTsN 1 Kota Bandung Semarakkan Gerak Jalan

0

Kota Bandung (KEMENAG)

Sebanyak 15 Aparatur Sipil Negara (ASN) MTs Negeri 1 Kota Bandung turut ambil bagian dalam kegiatan Gerak Jalan Kerukunan yang diikuti seluruh ASN di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Bandung, Jumat (14/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan semangat kerukunan di kalangan ASN. Perwakilan MTsN 1 Kota Bandung yang terdiri atas unsur guru dan tenaga kependidikan mengikuti kegiatan dengan penuh antusias, termasuk Suhermanto dan Abo Suherman.

Gerak Jalan Kerukunan dikemas sebagai kegiatan kebersamaan yang melibatkan ASN dari berbagai satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama Kota Bandung. Selain menjaga kebugaran, kegiatan ini menjadi ruang interaksi antarpeserta untuk memperkuat solidaritas dan semangat bekerja bersama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bagi MTsN 1 Kota Bandung, keikutsertaan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya membangun budaya kerja yang harmonis dan menjunjung tinggi nilai kerukunan.

Kepala MTsN 1 Kota Bandung, Kurniawan, mengapresiasi keterlibatan para ASN madrasah dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan bersama seperti Gerak Jalan Kerukunan memiliki nilai penting dalam memperkuat hubungan antarsesama ASN sekaligus membangun semangat kolaborasi. “Kebersamaan menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sebagai ASN. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat semangat untuk memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Kepala Kementerian Agama Kota Bandung, Drs. H. Mohammad Ali Abdul Latief, M.Ag., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan kebersamaan dalam lingkungan kerja Kementerian Agama. “Kerukunan harus terus kita rawat melalui kebersamaan, saling menghargai, dan membangun komunikasi yang baik. ASN Kementerian Agama harus menjadi teladan dalam menjaga harmoni di tengah masyarakat,” tuturnya.

Guru MTsN 1 Kota Bandung, Suhermanto, mengatakan keikutsertaan dalam Gerak Jalan Kerukunan memberikan pengalaman positif bagi para peserta. “Kegiatan ini bukan hanya menjaga kebugaran, tetapi juga mempererat kebersamaan dengan rekan-rekan ASN dari satuan kerja lain,” katanya. Melalui partisipasi tersebut, MTsN 1 Kota Bandung menunjukkan komitmennya mendukung kegiatan yang memperkuat kerukunan, solidaritas, dan semangat kolaborasi di lingkungan Kementerian Agama Kota Bandung.

Kontributor        : Hafizd Fahmilhaq

Fotografer          : Irfan Rosyidin

 

Pimpin Penguatan Mutu Madrasah, Kepala MTsN 1 Kota Bandung Paparkan Kinerja dalam PKKM 2026

0

Kota Bandung (KEMENAG)

Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) Tahun 2026 di MTs Negeri 1 Kota Bandung berlangsung dengan fokus utama pada penilaian kinerja dan capaian kepemimpinan Kepala MTsN 1 Kota Bandung. Kegiatan yang digelar Selasa (11/8/2026) tersebut diikuti 25 peserta dari unsur Kantor Wilayah Kementerian Agama, Kementerian Agama Kota Bandung, pimpinan madrasah, wakil kepala madrasah, komite,  guru dan unsur tata usaha. Kepala MTs Negeri 1 Kota Bandung, Drs. Rd. Kurniawan, M.PFis., memaparkan sejumlah program, capaian, serta strategi pengembangan madrasah sebagai bagian dari proses evaluasi kinerja kepemimpinan.

Pemaparan kinerja menjadi bagian penting dalam PKKM karena memberikan gambaran mengenai pelaksanaan tugas kepala madrasah dalam mengarahkan, mengelola, dan mengembangkan seluruh sumber daya pendidikan. Berbagai aspek dipresentasikan, mulai dari pelaksanaan program kerja, pengelolaan kelembagaan, pengembangan peserta didik, peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, hingga upaya menciptakan inovasi dan peningkatan kualitas layanan pendidikan. Proses tersebut sekaligus menjadi ruang refleksi untuk mengidentifikasi capaian dan aspek yang masih memerlukan penguatan.

Kepala Kementerian Agama Kota Bandung, Drs. H. Mohammad Ali Abdul Latief, M.Ag., menyampaikan bahwa PKKM harus dipandang sebagai instrumen untuk mendorong peningkatan kualitas kepemimpinan madrasah. Ia menilai kepala madrasah memiliki posisi strategis dalam memastikan seluruh program berjalan sesuai arah dan memberikan dampak nyata bagi warga madrasah. “PKKM bukan hanya tentang menilai kinerja, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan memastikan kepemimpinan madrasah mampu membawa perubahan serta peningkatan mutu secara berkelanjutan,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Dr. H. Ayi Zaenal Muttaqien, M.Ag., menekankan pentingnya menjadikan hasil evaluasi sebagai dasar penyusunan langkah tindak lanjut. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan madrasah tidak hanya ditentukan oleh perencanaan, tetapi juga konsistensi dalam pelaksanaan, evaluasi, dan perbaikan program. “Kita ingin memastikan bahwa setiap program yang dirancang memiliki arah yang jelas, dilaksanakan secara konsisten, dan dievaluasi untuk melihat dampaknya terhadap peningkatan mutu pendidikan,” tuturnya.

Kegiatan PKKM turut melibatkan unsur internal madrasah, di antaranya Gun Gun Gumilar, Ummi Habibah sebagai unsur guru, serta Ki Agus Ahmad selaku Ketua Komite. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan gambaran komprehensif mengenai pengelolaan madrasah dan pelaksanaan program yang telah berjalan. Melalui PKKM 2026, MTs Negeri 1 Kota Bandung meneguhkan komitmen untuk menjadikan evaluasi kinerja sebagai pijakan dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta membangun madrasah yang semakin adaptif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Kontributor        : Hafizd Fahmilhaq

 

Tampil Tangguh di Panggung Nasional, Alfi Persembahkan Juara 2 Pencak Silat untuk MTsN 1 Kota Bandung

0

Kota Bandung (KEMENAG)

Bukan sekadar naik podium, M. Alfi Raudoh membuktikan ketangguhannya di arena pencak silat tingkat nasional. Siswa MTs Negeri 1 Kota Bandung tersebut sukses meraih Juara 2 Tanding Kelas D Putra Pra Remaja pada Yosilat National Championship yang berlangsung 8-9 Agustus 2026 di GOR Indoor Bandung Bedas, SOR Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Prestasi tersebut diraih setelah Alfi bersaing dengan pesilat muda dari berbagai sekolah, pesantren, dan klub dari sejumlah daerah di Indonesia.

Kejuaraan tersebut menjadi arena bagi para pesilat muda untuk menguji kemampuan teknik, kesiapan fisik, konsentrasi, dan mental bertanding. Di tengah persaingan antarpesilat yang kompetitif, Alfi mampu menjaga performanya hingga mengamankan posisi kedua pada kelas yang diikutinya. Capaian ini tidak hanya menjadi prestasi personal, tetapi juga membawa nama MTs Negeri 1 Kota Bandung ke panggung kompetisi pencak silat tingkat nasional.

Kepala MTs Negeri 1 Kota Bandung, Kurniawan, mengapresiasi perjuangan Alfi yang telah membawa nama baik madrasah dalam kompetisi tersebut. Ia menilai prestasi itu merupakan hasil dari proses yang membutuhkan kedisiplinan, latihan, dan keberanian untuk menghadapi persaingan. “Kami bangga dengan perjuangan Alfi. Juara dua di tingkat nasional bukanlah capaian yang sederhana. Ini menunjukkan bahwa siswa madrasah memiliki potensi besar ketika dibina dan diberikan ruang untuk berkembang. Semoga prestasi ini menjadi pijakan untuk meraih hasil yang lebih tinggi,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Pembina OSIS MTs Negeri 1 Kota Bandung, Irfan Rosyidin. Menurutnya, kompetisi tingkat nasional memberikan pengalaman penting bagi peserta didik untuk membangun mental sekaligus belajar menghadapi tantangan secara sportif. “Alfi telah menunjukkan semangat juang, keberanian, dan sportivitas selama mengikuti kompetisi. Pengalaman seperti ini sangat berharga karena membentuk karakter siswa, bukan hanya mengejar hasil pertandingan,” katanya. Raihan Juara 2 tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat bagi Alfi untuk terus berlatih dan bagi siswa MTs Negeri 1 Kota Bandung lainnya untuk berani mengembangkan bakat hingga mampu bersaing di tingkat nasional.

Kontributor        : Hafizd Fahmilhaq

 

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest posts