Wednesday, August 26, 2026
Home Blog

Langkah Awal Menuju Sekolah Pilihan, Murid MTsN 1 Kota Bandung Ikuti Open House

0

Kota Bandung (KEMENAG)

MTs Negeri 1 Kota Bandung berpartisipasi dalam kegiatan Open House SMKN 2 Kota Bandung, Rabu (26/8/2026), sebagai upaya memberikan wawasan kepada peserta didik mengenai pilihan pendidikan setelah menyelesaikan jenjang madrasah tsanawiyah. Dalam kegiatan tersebut, MTsN 1 Kota Bandung mengikutsertakan 10 murid yang didampingi Guru Bimbingan dan Konseling (BK), Hafizd Fahmilhaq. Salah seorang peserta, Azkia, bersama murid lainnya sebagai perwakilan peserta, mengikuti rangkaian kegiatan bersama peserta dari 98 SMP/MTs se-Kota Bandung.

Kegiatan open house menjadi sarana bagi murid untuk mengenal lebih dekat lingkungan pendidikan kejuruan, program keahlian, fasilitas, serta peluang pengembangan kompetensi yang tersedia di SMKN 2 Kota Bandung. Setiap sekolah diwakili oleh seorang guru BK dan 10 murid. Melalui kunjungan edukatif tersebut, peserta diharapkan memperoleh informasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan pilihan pendidikan sesuai minat, bakat, dan potensi masing-masing.

Kepala MTsN 1 Kota Bandung, Kurniawan, menyambut baik keikutsertaan murid dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan pengenalan sekolah lanjutan memiliki peran penting dalam mendukung kesiapan murid merencanakan masa depan. “Kami berharap murid memperoleh informasi yang cukup agar mampu mengenali pilihan pendidikan lanjutan yang sesuai dengan minat, bakat, dan potensi yang dimilikinya,” ujarnya.

Sementara itu, Guru BK sekaligus pendamping kegiatan, Hafizd, menilai open house memberikan pengalaman langsung yang melengkapi layanan informasi karier di madrasah. “Murid tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga dapat melihat langsung lingkungan dan fasilitas sekolah. Pengalaman ini diharapkan membantu mereka membuat pilihan pendidikan secara lebih terarah,” katanya.

Kepala SMKN 2 Kota Bandung, Hasan Iskandar, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memberikan informasi kepada murid tingkat SMP dan MTs mengenai pendidikan vokasi. “Kami ingin para murid memiliki gambaran yang lebih jelas tentang pendidikan kejuruan dan berbagai pilihan kompetensi yang dapat dikembangkan,” tuturnya. Melalui keikutsertaan dalam Open House SMKN 2 Kota Bandung, MTsN 1 Kota Bandung berharap murid semakin siap menentukan langkah pendidikan selanjutnya secara mandiri dan penuh pertimbangan.

Kontributor        : Gun Gun Gumilar

Fotografer          : Hafizd Fahmilhaq

MTsN 1 Kota Bandung Perkuat Karakter Remaja melalui Program BRUS

0

Kota Bandung (KEMENAG)

MTs Negeri 1 Kota Bandung memperkuat pembinaan karakter dan kepedulian sosial peserta didik melalui Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang digelar Senin (24/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Yayan Kurniawan, S.Pd.I., Penyuluh KUA Kecamatan Babakan Ciparay, sebagai narasumber dan diikuti siswa MTsN 1 Kota Bandung. Program BRUS diarahkan untuk membekali remaja dengan pemahaman tentang pentingnya menghargai diri, menjaga kesehatan, membangun hubungan positif, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama sebagai bagian dari pembentukan karakter.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan bimbingan mengenai pengenalan dan penghargaan terhadap diri sendiri, pola perilaku sehat, serta pentingnya membangun relasi yang positif dengan lingkungan. Materi disampaikan sebagai bekal bagi siswa dalam menghadapi berbagai tantangan pada masa remaja secara bijak dan bertanggung jawab. Pembinaan tersebut juga mengintegrasikan nilai moral dan agama agar peserta didik mampu mengambil keputusan yang tepat serta memiliki sikap yang selaras dengan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Kepala MTsN 1 Kota Bandung Bidang Kesiswaan, Tati Nuryati, M.Pd., mengatakan BRUS menjadi bagian dari upaya madrasah memberikan pendampingan yang relevan dengan kebutuhan perkembangan peserta didik. “Kami berharap kegiatan ini dapat membantu siswa memahami pentingnya mencintai dan menghargai diri sendiri, sekaligus menumbuhkan kepedulian kepada orang lain,” ujarnya. Menurutnya, penguatan karakter sejak usia sekolah penting agar siswa memiliki bekal dalam membangun hubungan yang sehat dan menghadapi lingkungan sosial secara positif.

Sementara itu, Yayan Kurniawan, S.Pd.I., menekankan bahwa menghargai diri sendiri perlu diwujudkan melalui perilaku nyata. “Ketika remaja mampu menghargai dirinya, ia akan lebih mudah menjaga kesehatan, mengambil keputusan yang baik, serta menghormati dan peduli kepada orang lain,” tuturnya. Salah seorang peserta, Rama Anggara, mengaku memperoleh pemahaman baru dari kegiatan tersebut. “Saya mendapat banyak pelajaran tentang bagaimana menghargai diri sendiri dan bersikap baik kepada orang lain,” katanya. Melalui BRUS, MTsN 1 Kota Bandung berupaya membentuk peserta didik yang sehat, percaya diri, berkarakter, dan peduli terhadap sesama sekaligus memperkuat penerapan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah.

Kontributor        : Gun Gun Gumilar

Fotografer          : Hasna Nafa Nasihah

MTsN 1 Kota Bandung Hidupkan Nilai KBC melalui Maulid Nabi

0

Kota Bandung (KEMENAG)

MTs Negeri 1 Kota Bandung menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. sebagai momentum memperkuat penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di lingkungan madrasah. Kegiatan yang berlangsung di halaman depan madrasah pada Senin (24/8/2025) tersebut diikuti guru dan peserta didik dengan menghadirkan Yayan Kurniawan, S.Pd.I., Penyuluh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung, sebagai narasumber. Peringatan ini diarahkan tidak sekadar menjadi agenda keagamaan tahunan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter melalui keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan dibuka Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Hj. Ummi Habibah Nor Apriliyani, S.Ag., M.M.Pd., yang mewakili kepala madrasah karena sedang mengikuti kegiatan Porseni di Tasikmalaya. Dalam sambutannya, Ummi menekankan pentingnya menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk menerjemahkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah ke dalam perilaku nyata warga madrasah. “Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi kita untuk menghadirkan keteladanan Rasulullah dalam sikap dan perilaku sehari-hari,” ujarnya. Menurutnya, kasih sayang, kepedulian, kejujuran, dan penghormatan kepada sesama merupakan nilai yang selaras dengan semangat KBC.

Sementara itu, Yayan Kurniawan, S.Pd.I., mengajak peserta didik menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman dalam membangun karakter. Ia menilai keteladanan Nabi perlu dihadirkan melalui pembiasaan, baik di madrasah maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat. “Rasulullah adalah contoh terbaik dalam akhlak, kasih sayang, dan kepedulian kepada sesama. Nilai-nilai tersebut perlu dibiasakan dalam kehidupan siswa,” tuturnya. Pesan tersebut memperkuat tujuan kegiatan sebagai sarana pendidikan karakter yang mengintegrasikan nilai keagamaan dengan budaya saling menghargai.

Keterlibatan guru, termasuk H. Mundir, S.Ag., M.M., turut mendukung kelancaran kegiatan. Melalui peringatan Maulid Nabi, MTsN 1 Kota Bandung berupaya menjadikan nilai cinta sebagai bagian dari budaya madrasah, bukan sekadar konsep dalam pembelajaran. Keteladanan Rasulullah diharapkan mampu mendorong peserta didik membangun hubungan yang dilandasi kasih sayang, empati, kejujuran, dan kepedulian. Dengan demikian, penerapan KBC dapat semakin nyata dalam keseharian dan membentuk generasi madrasah yang berkarakter, berakhlak, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.

Kontributor        : Gun Gun Gumilar

Fotografer          : Hasna Nafa Nasihah

MTsN 1 Kota Bandung Panjatkan Doa untuk Korban Gempa NTT

0

Kota Bandung (KEMENAG)

MTs Negeri 1 Kota Bandung menggelar doa bersama sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (24/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman depan madrasah tersebut diikuti guru dan seluruh murid dalam suasana khidmat. Melalui kegiatan ini, warga madrasah memanjatkan doa agar para korban diberikan keselamatan, kekuatan, dan ketabahan dalam menghadapi dampak bencana.

Doa bersama menjadi wujud respons kepedulian MTsN 1 Kota Bandung terhadap musibah yang menimpa saudara sebangsa. Selain mendoakan para korban, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan karakter untuk menumbuhkan empati, kepedulian sosial, dan rasa kemanusiaan di kalangan peserta didik. Madrasah menekankan bahwa kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan, termasuk memberikan dukungan moral dan spiritual kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Kepala MTsN 1 Kota Bandung, Kurniawan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan karakter murid agar memiliki kepekaan terhadap persoalan kemanusiaan. “Kami ingin mengajarkan kepada murid bahwa ketika saudara-saudara kita mengalami musibah, kita tidak boleh bersikap acuh. Kita dapat menunjukkan kepedulian melalui doa dan dukungan sesuai kemampuan kita,” ujarnya. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga perlu membentuk pribadi yang memiliki empati dan kepedulian terhadap sesama.

Guru MTsN 1 Kota Bandung, Mundir, menambahkan bahwa doa bersama memiliki nilai penting dalam membangun kesadaran kemanusiaan di lingkungan pendidikan. “Doa bersama ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa empati, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama,” katanya. Melalui kegiatan tersebut, MTsN 1 Kota Bandung berharap nilai solidaritas dan kemanusiaan terus tumbuh dalam kehidupan warga madrasah, sehingga murid tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan karakter yang kuat dalam kehidupan bermasyarakat.

Kontributor        : Gun Gun Gumilar

Fotografer          : Hasna Nafa Nasihah

Kolaborasi MTsN 1 Bandung-UMY Dorong Pendidikan Holistik

0

Kota Bandung (KEMENAG)

MTs Negeri 1 Kota Bandung mendukung penelitian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam pengembangan model pendidikan holistik untuk mewujudkan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan ramah anak. Penelitian yang berlangsung di ruang komputer MTsN 1 Kota Bandung, Rabu (19/8/2026), melibatkan 50 murid sebagai responden. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperoleh data primer untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan lingkungan pendidikan sekaligus mendukung strategi pencegahan kekerasan seksual di satuan pendidikan.

Pengumpulan data dilakukan secara langsung dengan melibatkan murid sesuai kebutuhan penelitian. Data yang dihimpun diharapkan memberikan gambaran objektif mengenai kondisi dan kebutuhan peserta didik sehingga dapat menjadi dasar pengembangan model pendidikan holistik yang lebih komprehensif. Peneliti UMY, Ibnu Syakur Alsya’bani, M.Pd., mengatakan keterlibatan murid menjadi bagian penting dalam memperoleh data yang relevan dengan tujuan penelitian. “Kami berupaya memperoleh data primer yang objektif dan relevan sehingga hasil penelitian dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan model pendidikan holistik,” ujarnya.

Kepala MTsN 1 Kota Bandung, Drs. Rd. Kurniawan, M.PFis., menyambut positif pelaksanaan penelitian tersebut. Menurutnya, penelitian yang berorientasi pada perlindungan dan pemenuhan hak anak sejalan dengan komitmen madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. “Kami menyambut baik penelitian ini karena sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak,” katanya. Dukungan tersebut menjadi bentuk keterbukaan madrasah terhadap kolaborasi akademik yang dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas pendidikan dan perlindungan peserta didik.

Dalam pelaksanaannya, Suzan Nurhayati, S.Pd., turut mendampingi murid agar proses pengumpulan data berjalan tertib dan efektif. “Kami membantu memastikan murid dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan memberikan data sesuai kondisi yang mereka alami,” tuturnya. Kolaborasi antara MTsN 1 Kota Bandung dan UMY diharapkan tidak berhenti pada pengumpulan data, tetapi dapat menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan holistik. Upaya tersebut sekaligus memperkuat komitmen madrasah dalam membangun ekosistem pendidikan yang mengedepankan keamanan, kenyamanan, perlindungan, serta pemenuhan hak peserta didik.

Kontributor        : Gun Gun Gumilar

Fotografer          : Abo Suherman

Guru MTsN 1 Kota Bandung Dipercaya Baca Teks UUD 1945 pada Upacara HUT RI ke-81 Kemenag Kota Bandung

0

Kota Bandung (KEMENAG)

Guru MTs Negeri 1 Kota Bandung, Suhermanto, mendapat kepercayaan untuk membacakan teks Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama Kota Bandung, Senin (17/8/2026). Upacara yang diikuti seluruh ASN di lingkungan Kementerian Agama Kota Bandung tersebut berlangsung khidmat dan menjadi momentum memperkuat semangat nasionalisme, persatuan, serta pengabdian kepada bangsa dan negara.

Kepercayaan yang diberikan kepada Suhermanto menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar MTsN 1 Kota Bandung. Dalam rangkaian upacara, pembacaan teks UUD 1945 merupakan salah satu bagian penting yang mengingatkan seluruh peserta terhadap dasar konstitusi negara dan nilai-nilai kebangsaan yang harus dijaga bersama. Penugasan tersebut juga mencerminkan partisipasi aktif unsur madrasah dalam mendukung pelaksanaan kegiatan-kegiatan strategis di lingkungan Kementerian Agama.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandung, Drs. H. Mohammad Ali Abdul Latief, M.Ag., dalam amanatnya mengajak seluruh ASN untuk menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum memperkuat integritas dan pengabdian kepada masyarakat. “Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini merupakan hasil perjuangan para pendahulu. Tugas kita adalah mengisinya dengan kerja nyata, pelayanan terbaik, serta menjaga persatuan dan nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.

Kepala MTsN 1 Kota Bandung, Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada salah satu guru madrasahnya. Menurutnya, keterlibatan guru dalam kegiatan tingkat kota menunjukkan kontribusi nyata madrasah dalam mendukung program dan kegiatan Kementerian Agama. “Kami bersyukur dan bangga atas amanah yang diberikan kepada Bapak Suhermanto. Ini menjadi bukti bahwa guru madrasah dapat berkontribusi aktif dalam berbagai kegiatan yang memperkuat semangat kebangsaan dan profesionalisme ASN,” katanya.

Suhermanto mengaku bersyukur dapat menjalankan tugas tersebut dengan baik. “Membacakan teks UUD 1945 pada peringatan Hari Kemerdekaan merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Semoga momentum ini semakin menguatkan rasa cinta tanah air dan semangat pengabdian kita kepada bangsa,” tuturnya. Melalui partisipasi tersebut, MTsN 1 Kota Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan nilai-nilai kebangsaan serta berkontribusi aktif dalam kegiatan Kementerian Agama Kota Bandung.

Kontributor        : Gun Gun Gumilar

Fotografer          : Hafizd Fahmilhaq

Semangat Kemerdekaan, Guru MTsN 1 Kota Bandung Satukan Langkah dalam Upacara HUT RI ke-81

0

Kota Bandung (KEMENAG)

Semangat memperingati kemerdekaan dan memperkuat pengabdian kepada bangsa ditunjukkan 10 guru perwakilan MTs Negeri 1 Kota Bandung melalui keikutsertaan dalam Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bersama seluruh ASN di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Bandung, Senin (17/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para ASN untuk mengenang perjuangan para pendahulu sekaligus memperbarui komitmen dalam memberikan pelayanan dan kontribusi terbaik bagi masyarakat. Dalam kegiatan itu, MTsN 1 Kota Bandung diwakili antara lain oleh Dodi dan Muflikhudin.

Pelaksanaan upacara berlangsung khidmat dengan seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan secara tertib. Momentum peringatan kemerdekaan dimanfaatkan untuk meneguhkan kembali nilai persatuan, gotong royong, disiplin, dan tanggung jawab sebagai bagian dari kehidupan berbangsa. Bagi guru madrasah, nilai tersebut memiliki arti penting karena dapat diteruskan melalui keteladanan kepada peserta didik, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandung, Drs. H. Mohammad Ali Abdul Latief, M.Ag., dalam pidatonya mengajak seluruh ASN menjadikan momentum kemerdekaan sebagai dorongan untuk meningkatkan kualitas pengabdian. “Kemerdekaan bukan sekadar warisan yang kita terima, tetapi tanggung jawab yang harus kita isi dengan kerja nyata, integritas, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan pesan tersebut, Kepala MTsN 1 Kota Bandung, Kurniawan, menilai peringatan HUT RI memiliki makna strategis bagi dunia pendidikan. Menurutnya, guru tidak hanya bertugas memberikan pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda. “Semangat kemerdekaan harus tercermin dalam sikap dan pengabdian kita. Guru harus mampu menjadi teladan dalam membangun rasa cinta tanah air, kedisiplinan, dan tanggung jawab,” katanya.

Keikutsertaan guru MTsN 1 Kota Bandung dalam upacara tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga semangat kebangsaan di lingkungan madrasah. Peringatan HUT RI ke-81 diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat budaya kerja yang berlandaskan integritas, kedisiplinan, dan semangat melayani. Nilai-nilai tersebut selanjutnya diharapkan dapat ditularkan kepada peserta didik sehingga tumbuh generasi madrasah yang berkarakter, memiliki wawasan kebangsaan, serta siap mengambil peran dalam membangun Indonesia.

Kontributor        : Hafizd Fahmilhaq

Fotografer          : Hafizd Fahmilhaq

Gelora Kemerdekaan MTsN 1 Kota Bandung Dibuka dengan Pesona Tari Kinang Kilaras

0

Kota Bandung (KEMENAG)

Semangat kemerdekaan di MTs Negeri 1 Kota Bandung tidak hanya diwujudkan melalui kompetisi olahraga, tetapi juga melalui pengenalan seni dan budaya Nusantara. Hal tersebut tampak pada pembukaan Gelora (Gerakan Lomba dan Olahraga) dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa (18/8/2026), di halaman depan madrasah. Kegiatan yang digelar OSIS MTsN 1 Kota Bandung itu diawali penampilan Tari Kinang Kilaras oleh empat siswi, Farrah, Prameswari, Nadiza, dan Renka, yang mendapat sambutan antusias dari warga madrasah.

Penampilan seni tradisional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada peserta didik melalui pengalaman langsung. Gelora tidak hanya menjadi ruang bagi siswa untuk berkompetisi dan mengembangkan bakat, tetapi juga menjadi momentum menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas bangsa. Kepala MTsN 1 Kota Bandung, Drs. Rd. Kurniawan, M.PFis., mengatakan kegiatan sekolah perlu memberikan ruang yang seimbang bagi pengembangan prestasi sekaligus karakter kebangsaan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin siswa tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki rasa cinta terhadap budaya dan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Tati Nuryati, M.Pd., menilai pengenalan budaya melalui kegiatan sekolah merupakan langkah strategis untuk mendekatkan generasi muda dengan warisan budaya bangsa. Menurutnya, seni dan olahraga memiliki kekuatan untuk membangun karakter melalui pengalaman yang menyenangkan dan kolaboratif. “Seni dan olahraga dapat menjadi media pendidikan karakter. Kami berharap siswa semakin mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya Indonesia,” tuturnya. Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kreativitas dan pelestarian budaya.

Salah seorang siswa, Naira, mengaku antusias menyaksikan pembukaan Gelora yang dikemas dengan nuansa budaya. Ia menilai penampilan tari tradisional memberikan warna berbeda sekaligus menambah pengalaman bagi siswa. “Saya senang karena pembukaan Gelora tidak hanya tentang lomba, tetapi juga menampilkan budaya daerah. Ini membuat kami semakin bangga menjadi bagian dari Indonesia,” katanya. Melalui Gelora, MTsN 1 Kota Bandung meneguhkan komitmen menjadikan kegiatan sekolah sebagai ruang untuk mengembangkan potensi, memperkuat kebersamaan, serta menanamkan kecintaan terhadap budaya dan identitas bangsa sejak dini.

Kontributor        : Gun Gun Gumilar

Fotografer          : Hafizd Fahmilhaq

Gelora HUT RI ke-81, Kepala MTsN 1 Bandung Tekankan Persaudaraan dan Kebersamaan

0

Kota Bandung (KEMENAG)

Kepala MTsN 1 Kota Bandung, Drs. Rd. Kurniawan, M.PFis., membuka kegiatan Gelora (Gerakan Lomba dan Olahraga) dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Selasa (18/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman depan madrasah tersebut diselenggarakan OSIS MTsN 1 Kota Bandung dan diikuti seluruh siswa serta guru sebagai momentum memperkuat persaudaraan, kebersamaan, serta semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

Dalam sambutannya, Kurniawan, menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui aktivitas yang membangun karakter dan kebersamaan warga madrasah. “Gelora ini bukan sekadar perlombaan dan olahraga, tetapi menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan sportivitas, dan membangun semangat kebersamaan di lingkungan madrasah,” ujarnya.

Kurniawan juga mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang untuk menumbuhkan sikap saling menghargai dan menjaga kekompakan. Menurutnya, semangat kemerdekaan perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kerja sama, disiplin, sportivitas, dan kepedulian terhadap sesama. Pembina OSIS MTsN 1 Kota Bandung, Irfan Rosyidin, S.Pd., menyampaikan bahwa Gelora dirancang sebagai kegiatan positif yang melibatkan seluruh warga madrasah. “Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, menjunjung sportivitas, dan menjaga suasana tetap tertib serta menyenangkan,” katanya.

Ketua OSIS MTsN 1 Kota Bandung, Zaki Rafifan, mengatakan Gelora menjadi kesempatan bagi siswa untuk mempererat hubungan antarsesama sekaligus menyalurkan bakat dan kreativitas melalui berbagai kegiatan lomba dan olahraga. “Kami ingin Gelora menjadi momentum untuk membangun kekompakan dan kebersamaan seluruh siswa dan guru. Semoga semangat ini terus terbawa dalam kehidupanc di madrasah,” tuturnya. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya MTsN 1 Kota Bandung menanamkan nilai nasionalisme dan persatuan kepada generasi muda melalui kegiatan yang edukatif, sportif, dan positif.

Kontributor        : Gun Gun Gumilar

Fotografer          : Hafizd Fahmilhaq

Dari Masjid Agung Bandung, MTsN 1 Kota Bandung Teguhkan Spiritualitas dan Nasionalisme Pendidik

0

Kota Bandung (KEMENAG)

Nilai keagamaan dan kecintaan terhadap bangsa menjadi pesan utama dalam keikutsertaan keluarga besar MTs Negeri 1 Kota Bandung pada Tabligh Akbar dan Doa Kebangsaan di Masjid Agung Bandung, Sabtu (15/8/2026). Dipimpin Kepala Madrasah Drs. Rd. Kurniawan, M.PFis., para guru mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bandung bersama Kementerian Agama Kota Bandung sebagai bagian dari upaya memperkuat spiritualitas, ukhuwah, dan semangat kebangsaan di lingkungan pendidikan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kemenag Kota Bandung dan Wali Kota Bandung serta menghadirkan Dr. K.H. Buya Arrazy Hasyim, Lc., sebagai narasumber.

Keikutsertaan para guru tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat keteladanan pendidik. Kepala MTs Negeri 1 Kota Bandung, Kurniawan, menilai guru memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai keimanan sekaligus kecintaan terhadap tanah air kepada peserta didik. Menurutnya, karakter siswa akan lebih mudah tumbuh ketika nilai-nilai tersebut terlebih dahulu tercermin dalam sikap para pendidiknya. “Guru bukan hanya bertugas menyampaikan ilmu, tetapi juga menjadi teladan dalam menanamkan nilai keimanan, persaudaraan, dan kecintaan kepada bangsa,” ujarnya.

Kurniawan menambahkan, penguatan spiritualitas dan nasionalisme perlu berjalan beriringan dalam pendidikan madrasah. Nilai agama, menurutnya, tidak hanya diwujudkan melalui pemahaman keagamaan, tetapi juga melalui sikap peduli, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Karena itu, kegiatan keagamaan yang memuat pesan kebangsaan dinilai relevan untuk memperkuat karakter pendidik sekaligus menjadi bekal dalam membimbing peserta didik menghadapi tantangan zaman.

Guru MTs Negeri 1 Kota Bandung, Ai Nurhayati, M.Pd., mengungkapkan bahwa suasana kebersamaan dalam Tabligh Akbar dan Doa Kebangsaan memberikan pengalaman yang bermakna bagi para peserta. “Melalui doa dan kebersamaan ini, kami memohon keberkahan, keselamatan, dan kemajuan bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi dunia pendidikan,” tuturnya. Tausiah yang disampaikan Buya Arrazy Hasyim kemudian dilanjutkan dengan doa bersama, memperkuat suasana reflektif dan religius dalam kegiatan tersebut.

Partisipasi MTs Negeri 1 Kota Bandung menjadi bagian dari ikhtiar madrasah untuk membangun budaya pendidikan yang berakar pada nilai spiritual sekaligus memiliki kesadaran kebangsaan. Semangat yang diperoleh dari kegiatan tersebut diharapkan dapat diterjemahkan dalam praktik pendidikan sehari-hari, baik melalui keteladanan guru maupun pembinaan karakter peserta didik. Dengan demikian, madrasah tidak hanya menjadi ruang transfer ilmu, tetapi juga tempat tumbuhnya generasi yang beriman, berkarakter, memiliki semangat persatuan, dan mencintai Indonesia.

Kontributor        : Hafizd Fahmilhaq

Fotografer          : Gun Gun Gumilar

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest posts