Kota Bandung (KEMENAG)
MTs Negeri 1 Kota Bandung memanfaatkan permainan kebangsaan sebagai media pembelajaran untuk memperkuat mental sekaligus membentuk karakter peserta didik. Kegiatan yang digelar Jumat (14/8/2026) tersebut diikuti siswa-siswi MTs Negeri 1 Kota Bandung dengan menghadirkan Babinter TNI AU, Serka Ahmad Gojali, serta sejumlah guru, di antaranya Tati Nuryati, M.Pd. Dikemas secara edukatif dan interaktif, kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan kebangsaan sekaligus menanamkan nilai kerja sama, kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kecintaan terhadap bangsa sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui permainan yang dirancang dengan unsur kebangsaan, siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga belajar melalui pengalaman langsung. Mereka ditantang untuk bekerja dalam kelompok, berkomunikasi, mengikuti aturan, mengambil keputusan, serta menyelesaikan berbagai tantangan secara bersama-sama. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah menciptakan pembelajaran karakter yang menyenangkan sekaligus bermakna. Kepala MTs Negeri 1 Kota Bandung, Drs. Rd. Kurniawan, M.PFis., mengatakan pembentukan karakter perlu dilakukan melalui pengalaman nyata. “Kami ingin siswa tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mental yang kuat, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki karakter yang baik,” ujarnya.
Penguatan wawasan kebangsaan juga disampaikan Serka Ahmad Gojali kepada para peserta. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa sehingga perlu dibekali rasa cinta tanah air dan semangat kebersamaan sejak dini. “Generasi muda harus memiliki rasa cinta tanah air, disiplin, serta semangat kebersamaan agar mampu menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh,” katanya. Pesan tersebut diperkuat melalui aktivitas kelompok yang mendorong siswa membangun kekompakan, saling menghargai, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
Salah seorang siswa, Aghniya, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang menarik sekaligus menambah pemahamannya mengenai pentingnya kebersamaan. Ia menilai permainan membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan dan mudah dipahami. Melalui kegiatan ini, MTs Negeri 1 Kota Bandung menegaskan komitmennya menjadikan pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan sebagai bagian dari pembinaan peserta didik. Nilai yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga lahir generasi yang bermental kuat, disiplin, bertanggung jawab, memiliki semangat persatuan, dan siap berkontribusi bagi Indonesia menuju 2045.
Kontributor : Gun Gun Gumilar
Fotografer : Hasna Nafa Nasihah












Salah seorang peserta, Muhammad Arza, mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Baginya, pendidikan bela negara memberikan pemahaman bahwa mencintai Indonesia dapat diwujudkan melalui sikap dan tindakan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, MTs Negeri 1 Kota Bandung berupaya menjadikan nilai kebangsaan sebagai bagian dari pendidikan karakter yang berkelanjutan. Semangat bela negara diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan Hari Pramuka, tetapi tumbuh menjadi budaya yang tercermin dalam kedisiplinan, integritas, gotong royong, dan kepedulian peserta didik. Langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar madrasah menyiapkan generasi yang beriman, berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan siap berkontribusi bagi Indonesia menuju 2045.
Bagi MTsN 1 Kota Bandung, keikutsertaan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya membangun budaya kerja yang harmonis dan menjunjung tinggi nilai kerukunan.


Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Dr. H. Ayi Zaenal Muttaqien, M.Ag., menekankan pentingnya menjadikan hasil evaluasi sebagai dasar penyusunan langkah tindak lanjut. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan madrasah tidak hanya ditentukan oleh perencanaan, tetapi juga konsistensi dalam pelaksanaan, evaluasi, dan perbaikan program. “Kita ingin memastikan bahwa setiap program yang dirancang memiliki arah yang jelas, dilaksanakan secara konsisten, dan dievaluasi untuk melihat dampaknya terhadap peningkatan mutu pendidikan,” tuturnya.


Pembina Pramuka, Lida Arlini, menjelaskan bahwa LT-2 menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengimplementasikan nilai-nilai kepramukaan melalui berbagai tantangan dan aktivitas kelompok. Selama kegiatan, para peserta dari berbagai Gugus Depan (Gudep) se-Kecamatan Babakan Ciparay berkompetisi sekaligus mengasah kemampuan kepemimpinan, kerja sama, keberanian, dan kemandirian. “Melalui kegiatan ini, siswa belajar menghadapi tantangan, bekerja dalam tim, serta meningkatkan keberanian dan rasa tanggung jawab,” katanya.








