Wednesday, August 26, 2026
Home Blog Page 2

Bukan Sekadar Bermain, MTsN 1 Kota Bandung Tanamkan Nasionalisme dan Karakter Siswa

0

Kota Bandung (KEMENAG)

MTs Negeri 1 Kota Bandung memanfaatkan permainan kebangsaan sebagai media pembelajaran untuk memperkuat mental sekaligus membentuk karakter peserta didik. Kegiatan yang digelar Jumat (14/8/2026) tersebut diikuti siswa-siswi MTs Negeri 1 Kota Bandung dengan menghadirkan Babinter TNI AU, Serka Ahmad Gojali, serta sejumlah guru, di antaranya Tati Nuryati, M.Pd. Dikemas secara edukatif dan interaktif, kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan kebangsaan sekaligus menanamkan nilai kerja sama, kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kecintaan terhadap bangsa sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.

Melalui permainan yang dirancang dengan unsur kebangsaan, siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga belajar melalui pengalaman langsung. Mereka ditantang untuk bekerja dalam kelompok, berkomunikasi, mengikuti aturan, mengambil keputusan, serta menyelesaikan berbagai tantangan secara bersama-sama. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah menciptakan pembelajaran karakter yang menyenangkan sekaligus bermakna. Kepala MTs Negeri 1 Kota Bandung, Drs. Rd. Kurniawan, M.PFis., mengatakan pembentukan karakter perlu dilakukan melalui pengalaman nyata. “Kami ingin siswa tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mental yang kuat, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki karakter yang baik,” ujarnya.

Penguatan wawasan kebangsaan juga disampaikan Serka Ahmad Gojali kepada para peserta. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa sehingga perlu dibekali rasa cinta tanah air dan semangat kebersamaan sejak dini. “Generasi muda harus memiliki rasa cinta tanah air, disiplin, serta semangat kebersamaan agar mampu menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh,” katanya. Pesan tersebut diperkuat melalui aktivitas kelompok yang mendorong siswa membangun kekompakan, saling menghargai, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.

Salah seorang siswa, Aghniya, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang menarik sekaligus menambah pemahamannya mengenai pentingnya kebersamaan. Ia menilai permainan membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan dan mudah dipahami. Melalui kegiatan ini, MTs Negeri 1 Kota Bandung menegaskan komitmennya menjadikan pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan sebagai bagian dari pembinaan peserta didik. Nilai yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga lahir generasi yang bermental kuat, disiplin, bertanggung jawab, memiliki semangat persatuan, dan siap berkontribusi bagi Indonesia menuju 2045.

Kontributor        : Gun Gun Gumilar

Fotografer          : Hasna Nafa Nasihah

Pramuka MTsN 1 Kota Bandung Siapkan Generasi Mandiri Menuju Indonesia Emas 2045

0

Kota Bandung (KEMENAG)

Semangat Pramuka di MTs Negeri 1 Kota Bandung diarahkan tidak hanya untuk membentuk peserta didik yang disiplin dan mandiri, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap masa depan bangsa. Pesan tersebut mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Pramuka yang digelar di lapangan madrasah, Jumat (14/8/2026), dengan mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.” Diikuti seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat karakter kepemimpinan, jiwa patriotik, kepatuhan terhadap aturan, serta kepedulian terhadap ketahanan pangan sejak usia sekolah.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Gun Gun Gumilar, M.Ag., yang bertindak sebagai pembina upacara, menegaskan bahwa nilai-nilai kepramukaan memiliki relevansi kuat dengan tantangan bangsa ke depan. Dalam amanatnya, ia mengajak peserta didik menjadikan Pramuka sebagai ruang untuk melatih kemandirian, keterampilan, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki kesadaran bahwa ketahanan pangan dan kemandirian bangsa bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat, termasuk generasi pelajar.

Peringatan Hari Pramuka tersebut juga menjadi sarana untuk menguatkan kembali nilai gotong royong, kerja keras, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam kehidupan peserta didik. Guru MTs Negeri 1 Kota Bandung, Lida Arlini, M.Pd., menilai nilai-nilai tersebut perlu diterjemahkan melalui tindakan nyata, baik di lingkungan madrasah maupun masyarakat. “Generasi muda harus mampu memantapkan langkah dengan terus belajar, bekerja sama, dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa,” katanya.

Salah seorang siswa, Muhammad Azka, mengatakan peringatan Hari Pramuka memberikan pengalaman penting untuk membangun kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab. Menurutnya, semangat Pramuka tidak seharusnya berhenti setelah upacara selesai, tetapi diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari. “Kami ingin terus menjaga kedisiplinan dan kekompakan, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Kepala MTs Negeri 1 Kota Bandung, Drs. Rd. Kurniawan, M.PFis., pada saat yang sama mengikuti agenda lain di Kantor Kementerian Agama Kota Bandung sehingga tidak dapat menghadiri upacara secara langsung. Meski demikian, kegiatan berlangsung khidmat dan seluruh rangkaian dapat terlaksana dengan baik. Melalui momentum Hari Pramuka, MTs Negeri 1 Kota Bandung meneguhkan komitmen menjadikan kegiatan kepramukaan sebagai bagian dari pendidikan karakter untuk membentuk generasi yang tangguh, mandiri, peduli lingkungan, memiliki semangat kebangsaan, dan siap mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Kontributor        : Gun Gun Gumilar

Fotografer          : Hasna Nafa Nasihah

Bekali Generasi Muda dengan Semangat Kebangsaan, MTsN 1 Kota Bandung Gelar Pendidikan Bela Negara

0

Kota Bandung (KEMENAG)

Menyiapkan generasi yang tangguh tidak cukup hanya melalui penguatan akademik. MTs Negeri 1 Kota Bandung membekali peserta didik dengan wawasan kebangsaan melalui Pendidikan Bela Negara dalam rangka memperingati Hari Pramuka, Jumat (14/8/2026). Kegiatan yang menghadirkan Babinter TNI AU Serka Ahmad Gojali sebagai narasumber tersebut diikuti siswa-siswi MTs Negeri 1 Kota Bandung dengan pendampingan para guru, termasuk Tati Nuryati, M.Pd. Kegiatan diarahkan untuk menumbuhkan cinta tanah air, kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sebagai karakter generasi yang dipersiapkan menghadapi Indonesia Emas 2045.

Pendidikan bela negara diberikan melalui penguatan pemahaman mengenai nasionalisme, persatuan, serta tanggung jawab generasi muda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Siswa diajak memahami bahwa bela negara dapat diwujudkan melalui perilaku sederhana yang dilakukan secara konsisten, seperti mematuhi aturan, menghargai perbedaan, menjaga lingkungan, belajar dengan sungguh-sungguh, dan membangun sikap peduli terhadap sesama. Kepala MTs Negeri 1 Kota Bandung, Drs. Rd. Kurniawan, M.PFis., mengatakan pembentukan karakter kebangsaan perlu dimulai sejak usia sekolah. “Kami ingin siswa memiliki rasa cinta tanah air yang kuat, tetapi tetap berlandaskan nilai-nilai agama. Nasionalisme dan keimanan harus berjalan seiring dalam membentuk karakter generasi muda,” ujarnya.

Dalam penyampaian materinya, Serka Ahmad Gojali menekankan bahwa bela negara merupakan tanggung jawab seluruh warga negara dan dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Ia mengajak siswa membangun kebiasaan positif sebagai bentuk kontribusi terhadap bangsa. “Bela negara dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menaati aturan, menjaga persatuan, belajar dengan sungguh-sungguh, dan menghormati sesama,” katanya. Menurutnya, kedisiplinan dan tanggung jawab yang dibangun sejak bangku sekolah akan menjadi modal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan bangsa di masa mendatang.

Salah seorang peserta, Muhammad Arza, mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Baginya, pendidikan bela negara memberikan pemahaman bahwa mencintai Indonesia dapat diwujudkan melalui sikap dan tindakan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, MTs Negeri 1 Kota Bandung berupaya menjadikan nilai kebangsaan sebagai bagian dari pendidikan karakter yang berkelanjutan. Semangat bela negara diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan Hari Pramuka, tetapi tumbuh menjadi budaya yang tercermin dalam kedisiplinan, integritas, gotong royong, dan kepedulian peserta didik. Langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar madrasah menyiapkan generasi yang beriman, berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan siap berkontribusi bagi Indonesia menuju 2045.

Kontributor        : Gun Gun Gumilar

Fotografer          : Hasna Nafa Nasihah

Langkah Bersama untuk Kerukunan, ASN MTsN 1 Kota Bandung Semarakkan Gerak Jalan

0

Kota Bandung (KEMENAG)

Sebanyak 15 Aparatur Sipil Negara (ASN) MTs Negeri 1 Kota Bandung turut ambil bagian dalam kegiatan Gerak Jalan Kerukunan yang diikuti seluruh ASN di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Bandung, Jumat (14/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan semangat kerukunan di kalangan ASN. Perwakilan MTsN 1 Kota Bandung yang terdiri atas unsur guru dan tenaga kependidikan mengikuti kegiatan dengan penuh antusias, termasuk Suhermanto dan Abo Suherman.

Gerak Jalan Kerukunan dikemas sebagai kegiatan kebersamaan yang melibatkan ASN dari berbagai satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama Kota Bandung. Selain menjaga kebugaran, kegiatan ini menjadi ruang interaksi antarpeserta untuk memperkuat solidaritas dan semangat bekerja bersama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bagi MTsN 1 Kota Bandung, keikutsertaan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya membangun budaya kerja yang harmonis dan menjunjung tinggi nilai kerukunan.

Kepala MTsN 1 Kota Bandung, Kurniawan, mengapresiasi keterlibatan para ASN madrasah dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan bersama seperti Gerak Jalan Kerukunan memiliki nilai penting dalam memperkuat hubungan antarsesama ASN sekaligus membangun semangat kolaborasi. “Kebersamaan menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sebagai ASN. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat semangat untuk memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Kepala Kementerian Agama Kota Bandung, Drs. H. Mohammad Ali Abdul Latief, M.Ag., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan kebersamaan dalam lingkungan kerja Kementerian Agama. “Kerukunan harus terus kita rawat melalui kebersamaan, saling menghargai, dan membangun komunikasi yang baik. ASN Kementerian Agama harus menjadi teladan dalam menjaga harmoni di tengah masyarakat,” tuturnya.

Guru MTsN 1 Kota Bandung, Suhermanto, mengatakan keikutsertaan dalam Gerak Jalan Kerukunan memberikan pengalaman positif bagi para peserta. “Kegiatan ini bukan hanya menjaga kebugaran, tetapi juga mempererat kebersamaan dengan rekan-rekan ASN dari satuan kerja lain,” katanya. Melalui partisipasi tersebut, MTsN 1 Kota Bandung menunjukkan komitmennya mendukung kegiatan yang memperkuat kerukunan, solidaritas, dan semangat kolaborasi di lingkungan Kementerian Agama Kota Bandung.

Kontributor        : Hafizd Fahmilhaq

Fotografer          : Irfan Rosyidin

 

Pimpin Penguatan Mutu Madrasah, Kepala MTsN 1 Kota Bandung Paparkan Kinerja dalam PKKM 2026

0

Kota Bandung (KEMENAG)

Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) Tahun 2026 di MTs Negeri 1 Kota Bandung berlangsung dengan fokus utama pada penilaian kinerja dan capaian kepemimpinan Kepala MTsN 1 Kota Bandung. Kegiatan yang digelar Selasa (11/8/2026) tersebut diikuti 25 peserta dari unsur Kantor Wilayah Kementerian Agama, Kementerian Agama Kota Bandung, pimpinan madrasah, wakil kepala madrasah, komite,  guru dan unsur tata usaha. Kepala MTs Negeri 1 Kota Bandung, Drs. Rd. Kurniawan, M.PFis., memaparkan sejumlah program, capaian, serta strategi pengembangan madrasah sebagai bagian dari proses evaluasi kinerja kepemimpinan.

Pemaparan kinerja menjadi bagian penting dalam PKKM karena memberikan gambaran mengenai pelaksanaan tugas kepala madrasah dalam mengarahkan, mengelola, dan mengembangkan seluruh sumber daya pendidikan. Berbagai aspek dipresentasikan, mulai dari pelaksanaan program kerja, pengelolaan kelembagaan, pengembangan peserta didik, peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, hingga upaya menciptakan inovasi dan peningkatan kualitas layanan pendidikan. Proses tersebut sekaligus menjadi ruang refleksi untuk mengidentifikasi capaian dan aspek yang masih memerlukan penguatan.

Kepala Kementerian Agama Kota Bandung, Drs. H. Mohammad Ali Abdul Latief, M.Ag., menyampaikan bahwa PKKM harus dipandang sebagai instrumen untuk mendorong peningkatan kualitas kepemimpinan madrasah. Ia menilai kepala madrasah memiliki posisi strategis dalam memastikan seluruh program berjalan sesuai arah dan memberikan dampak nyata bagi warga madrasah. “PKKM bukan hanya tentang menilai kinerja, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan memastikan kepemimpinan madrasah mampu membawa perubahan serta peningkatan mutu secara berkelanjutan,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Dr. H. Ayi Zaenal Muttaqien, M.Ag., menekankan pentingnya menjadikan hasil evaluasi sebagai dasar penyusunan langkah tindak lanjut. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan madrasah tidak hanya ditentukan oleh perencanaan, tetapi juga konsistensi dalam pelaksanaan, evaluasi, dan perbaikan program. “Kita ingin memastikan bahwa setiap program yang dirancang memiliki arah yang jelas, dilaksanakan secara konsisten, dan dievaluasi untuk melihat dampaknya terhadap peningkatan mutu pendidikan,” tuturnya.

Kegiatan PKKM turut melibatkan unsur internal madrasah, di antaranya Gun Gun Gumilar, Ummi Habibah sebagai unsur guru, serta Ki Agus Ahmad selaku Ketua Komite. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan gambaran komprehensif mengenai pengelolaan madrasah dan pelaksanaan program yang telah berjalan. Melalui PKKM 2026, MTs Negeri 1 Kota Bandung meneguhkan komitmen untuk menjadikan evaluasi kinerja sebagai pijakan dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta membangun madrasah yang semakin adaptif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Kontributor        : Hafizd Fahmilhaq

 

Tampil Tangguh di Panggung Nasional, Alfi Persembahkan Juara 2 Pencak Silat untuk MTsN 1 Kota Bandung

0

Kota Bandung (KEMENAG)

Bukan sekadar naik podium, M. Alfi Raudoh membuktikan ketangguhannya di arena pencak silat tingkat nasional. Siswa MTs Negeri 1 Kota Bandung tersebut sukses meraih Juara 2 Tanding Kelas D Putra Pra Remaja pada Yosilat National Championship yang berlangsung 8-9 Agustus 2026 di GOR Indoor Bandung Bedas, SOR Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Prestasi tersebut diraih setelah Alfi bersaing dengan pesilat muda dari berbagai sekolah, pesantren, dan klub dari sejumlah daerah di Indonesia.

Kejuaraan tersebut menjadi arena bagi para pesilat muda untuk menguji kemampuan teknik, kesiapan fisik, konsentrasi, dan mental bertanding. Di tengah persaingan antarpesilat yang kompetitif, Alfi mampu menjaga performanya hingga mengamankan posisi kedua pada kelas yang diikutinya. Capaian ini tidak hanya menjadi prestasi personal, tetapi juga membawa nama MTs Negeri 1 Kota Bandung ke panggung kompetisi pencak silat tingkat nasional.

Kepala MTs Negeri 1 Kota Bandung, Kurniawan, mengapresiasi perjuangan Alfi yang telah membawa nama baik madrasah dalam kompetisi tersebut. Ia menilai prestasi itu merupakan hasil dari proses yang membutuhkan kedisiplinan, latihan, dan keberanian untuk menghadapi persaingan. “Kami bangga dengan perjuangan Alfi. Juara dua di tingkat nasional bukanlah capaian yang sederhana. Ini menunjukkan bahwa siswa madrasah memiliki potensi besar ketika dibina dan diberikan ruang untuk berkembang. Semoga prestasi ini menjadi pijakan untuk meraih hasil yang lebih tinggi,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Pembina OSIS MTs Negeri 1 Kota Bandung, Irfan Rosyidin. Menurutnya, kompetisi tingkat nasional memberikan pengalaman penting bagi peserta didik untuk membangun mental sekaligus belajar menghadapi tantangan secara sportif. “Alfi telah menunjukkan semangat juang, keberanian, dan sportivitas selama mengikuti kompetisi. Pengalaman seperti ini sangat berharga karena membentuk karakter siswa, bukan hanya mengejar hasil pertandingan,” katanya. Raihan Juara 2 tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat bagi Alfi untuk terus berlatih dan bagi siswa MTs Negeri 1 Kota Bandung lainnya untuk berani mengembangkan bakat hingga mampu bersaing di tingkat nasional.

Kontributor        : Hafizd Fahmilhaq

 

MTsN 1 Kota Bandung Dorong Siswa Perkuat Semangat Menghafal Al-Qur’an melalui MHQ

0

Kota Bandung (KEMENAG)

 

Kepala Madrasah Drs. Rd. Kurniawan, MPFis. mendorong peserta didik untuk terus memperkuat semangat menghafal dan mencintai Al-Qur’an melalui keikutsertaan dalam Musabaqah Hifzh Al-Qur’an yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Sabtu (8/8/2026), di Kampus UPI Bandung. MTsN 1 Kota Bandung mengirimkan dua utusannya, yaitu Geytsa Sevilla dan Ravhano Desandrio, sebagai bagian dari upaya menumbuhkan semangat menghafal Al-Qur’an di kalangan remaja.

 

Kurniawan menilai keikutsertaan siswa dalam kegiatan tersebut menjadi sarana positif untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun kecintaan terhadap Al-Qur’an. “Kami sangat mengapresiasi keberanian dan semangat siswa untuk mengikuti Musabaqah Hifzh Al-Qur’an. Kegiatan seperti ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an,” ujarnya.

 

Pembina Tahfizh, Hasna Nafa Nasihah, S.Hum., mengatakan persiapan peserta dilakukan dengan memberikan pendampingan agar siswa semakin percaya diri dalam menghafal dan melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk meningkatkan kualitas hafalan. “Kami berharap pengalaman ini dapat memotivasi peserta untuk terus menjaga hafalannya dan menjadi inspirasi bagi teman-temannya,” tutur Hasna.

 

Salah satu peserta, Geytsa Sevilla, menyambut positif pelaksanaan Musabaqah Hifzh Al-Qur’an. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan hafalan. “Saya senang bisa mengikuti kegiatan ini karena mendapatkan pengalaman baru dan semakin termotivasi untuk menghafal Al-Qur’an,” kata Geytsa. Kepala Madrasah berharap semangat tersebut dapat terus dijaga sehingga kegiatan serupa tidak berhenti sebagai ajang perlombaan, tetapi menjadi bagian dari pembiasaan positif dalam kehidupan siswa.

 

Kontributror       : Gun Gun Gumilar

Fotografer          : Hafizd Fahmilhaq

Juara Umum Ke-2 LT-2 Pramuka, MTsN 1 Kota Bandung Perkuat Pendidikan Karakter Siswa

0

Kota Bandung (KEMENAG)

MTs Negeri 1 Kota Bandung kembali menorehkan prestasi melalui kegiatan kepramukaan. Dalam Lomba Tingkat 2 (LT-2) Pramuka Penggalang se-Kecamatan Babakan Ciparay yang digelar Kwarran Babakan Ciparay pada 7-8 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan Kiara Payung, Jatinangor, kontingen MTs Negeri 1 Kota Bandung berhasil meraih Juara Umum Ke-2 Putra dan Putri. Prestasi tersebut menjadi capaian membanggakan sekaligus menunjukkan keberhasilan pembinaan karakter peserta didik melalui kegiatan kepramukaan, Senin (10/8/2026).

Kepala MTs Negeri 1 Kota Bandung, Kurniawan,  mengapresiasi perjuangan peserta didik, pembina, dan seluruh pihak yang mendukung keikutsertaan madrasah dalam ajang tersebut. Menurutnya, kegiatan pramuka memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa melalui pengalaman langsung di luar ruang kelas. “Kegiatan pramuka bukan sekadar kegiatan di luar kelas, tetapi menjadi media untuk membentuk mental, fisik, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian peserta didik,” ujarnya.

Pembina Pramuka, Lida Arlini, menjelaskan bahwa LT-2 menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengimplementasikan nilai-nilai kepramukaan melalui berbagai tantangan dan aktivitas kelompok. Selama kegiatan, para peserta dari berbagai Gugus Depan (Gudep) se-Kecamatan Babakan Ciparay berkompetisi sekaligus mengasah kemampuan kepemimpinan, kerja sama, keberanian, dan kemandirian. “Melalui kegiatan ini, siswa belajar menghadapi tantangan, bekerja dalam tim, serta meningkatkan keberanian dan rasa tanggung jawab,” katanya.

Guru pendamping, Abdul Hamid, menilai pengalaman yang diperoleh peserta selama LT-2 memberikan pembelajaran yang tidak selalu didapatkan di dalam kelas. Hal tersebut turut diperkuat oleh semangat peserta didik dalam mengikuti seluruh rangkaian perlombaan hingga mampu membawa pulang prestasi. Salah satu peserta, Muhammad Wisnu Pratama, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari kontingen madrasah. Raihan Juara Umum Ke-2 Putra dan Putri diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan kepramukaan sekaligus membentuk peserta didik yang tangguh, disiplin, mandiri, dan mampu bekerja sama dalam kehidupan sehari-hari.

Kontributor        : Hafizd Fahmilhaq

Fotografer          : Kanaka

 

 

Menggema di Monas, Guru dan Tendik MTs Negeri 1 Kota Bandung Ikuti Zikir dan Doa Kebangsaan

0

Menggema di Monas, Guru dan Tendik MTs Negeri 1 Kota Bandung Ikuti Zikir dan Doa Kebangsaan

Kota Bandung (KEMENAG)

Sebanyak 52 guru dan tenaga kependidikan MTs Negeri 1 Kota Bandung mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan yang diselenggarakan Kementerian Agama RI di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu malam (1/8/2026). Kegiatan yang dihadiri sekitar 100 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama dari seluruh Indonesia tersebut menjadi momentum memperkuat nilai-nilai spiritual, kebersamaan, dan komitmen pengabdian dalam menyambut Indonesia yang semakin maju. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan zikir dan doa bersama, kemudian ditutup dengan Selawat Kebangsaan yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.

Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh ASN Kementerian Agama untuk menjadikan zikir sebagai bagian dari ikhtiar membangun karakter dan integritas dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat. Menurutnya, zikir tidak hanya memperkuat hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga membentuk pribadi yang jujur, rendah hati, dan berorientasi pada kemaslahatan. Pesan tersebut mendapat sambutan hangat dari ribuan peserta yang memadati kawasan Monas.

Kepala MTs Negeri 1 Kota Bandung, Kurniawan, mengatakan bahwa keikutsertaan guru dan tenaga kependidikan dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen madrasah dalam mendukung program pembinaan spiritual yang digagas Kementerian Agama. “Kami berharap nilai-nilai yang diperoleh dari kegiatan ini dapat memperkuat etos kerja, meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, serta mempererat kebersamaan seluruh warga madrasah,” ujarnya.

Salah seorang guru MTs Negeri 1 Kota Bandung, Zaibah, mengungkapkan bahwa suasana kebersamaan yang terbangun selama kegiatan memberikan pengalaman spiritual yang mendalam. “Berzikir bersama puluhan ribu ASN Kementerian Agama menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Kami merasakan semangat persaudaraan, persatuan, dan pengabdian yang begitu kuat,” katanya. Senada dengan itu, Budi, perwakilan tenaga kependidikan, berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai sarana mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat komitmen ASN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Partisipasi MTs Negeri 1 Kota Bandung dalam Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi wujud nyata dukungan terhadap penguatan karakter ASN yang religius, profesional, dan berintegritas. Melalui kegiatan ini, madrasah berharap semangat spiritual yang tumbuh dapat menjadi energi positif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang unggul, humanis, serta berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.

Kontributor        : Hafizd Fahmilhaq

Fotografer          : Hasna Nafa Nasihah

 

Regenerasi Kepemimpinan Warnai MGMP Bahasa Indonesia MTs Kota Bandung

0

Kota Bandung (KEMENAG)

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia MTs se-Kota Bandung menggelar rapat koordinasi sekaligus pemilihan ketua baru pada Rabu (29/7/2026). Kegiatan yang diikuti 33 guru perwakilan dari berbagai MTs di Kota Bandung ini menjadi momentum regenerasi kepemimpinan organisasi. Berdasarkan hasil kesepakatan forum secara musyawarah, Irfan Rosyidin dari MTs Negeri 1 Kota Bandung terpilih sebagai Ketua MGMP KKM 1, sedangkan Candra Nurjaman dari MTs Negeri 2 Kota Bandung dipercaya memimpin MGMP KKM 2. Pemilihan tersebut diharapkan mampu menghadirkan semangat baru dalam meningkatkan mutu pembelajaran Bahasa Indonesia di madrasah.

Ketua MGMP Bahasa Indonesia MTs Kota Bandung, Ummi Habibah, menyampaikan bahwa proses pemilihan berlangsung secara demokratis dan mencerminkan semangat kebersamaan seluruh anggota. Menurutnya, regenerasi kepemimpinan merupakan langkah penting untuk menjaga keberlangsungan organisasi sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi. “Kami berharap kepengurusan yang baru mampu membawa MGMP semakin aktif, kolaboratif, dan menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi peningkatan kompetensi guru Bahasa Indonesia di lingkungan MTs Kota Bandung,” ujarnya.

Pengawas MGMP Bahasa Indonesia MTs Kota Bandung, Ayi Suherlan, mengapresiasi semangat para guru dalam menyukseskan proses regenerasi organisasi. Ia menilai kehadiran generasi muda dalam kepengurusan menjadi modal penting untuk menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang. “MGMP harus menjadi ruang berbagi praktik baik, pengembangan profesionalisme guru, dan inovasi pembelajaran. Saya optimistis kepengurusan baru mampu membawa perubahan positif bagi kualitas pendidikan di madrasah,” tuturnya.

Ketua MGMP KKM 1 terpilih, Irfan Rosyidin, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan seluruh anggota forum. Ia berkomitmen membangun sinergi antarguru melalui berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia. “Amanah ini menjadi tanggung jawab bersama. Kami akan memperkuat kolaborasi, menghadirkan kegiatan yang bermanfaat, serta mendorong guru untuk terus berinovasi demi meningkatkan mutu pembelajaran di MTs se-Kota Bandung,” ungkapnya. Melalui regenerasi kepengurusan ini, MGMP Bahasa Indonesia MTs se-Kota Bandung diharapkan semakin adaptif, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan madrasah.

Kontributor        : Hafizd Fahmilhaq

Fotografer          : Abo Suherman

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest posts