Kota Bandung (KEMENAG)

MTs Negeri 1 Kota Bandung menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. sebagai momentum memperkuat penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di lingkungan madrasah. Kegiatan yang berlangsung di halaman depan madrasah pada Senin (24/8/2025) tersebut diikuti guru dan peserta didik dengan menghadirkan Yayan Kurniawan, S.Pd.I., Penyuluh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung, sebagai narasumber. Peringatan ini diarahkan tidak sekadar menjadi agenda keagamaan tahunan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter melalui keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan dibuka Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Hj. Ummi Habibah Nor Apriliyani, S.Ag., M.M.Pd., yang mewakili kepala madrasah karena sedang mengikuti kegiatan Porseni di Tasikmalaya. Dalam sambutannya, Ummi menekankan pentingnya menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk menerjemahkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah ke dalam perilaku nyata warga madrasah. “Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi kita untuk menghadirkan keteladanan Rasulullah dalam sikap dan perilaku sehari-hari,” ujarnya. Menurutnya, kasih sayang, kepedulian, kejujuran, dan penghormatan kepada sesama merupakan nilai yang selaras dengan semangat KBC.

Sementara itu, Yayan Kurniawan, S.Pd.I., mengajak peserta didik menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman dalam membangun karakter. Ia menilai keteladanan Nabi perlu dihadirkan melalui pembiasaan, baik di madrasah maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat. “Rasulullah adalah contoh terbaik dalam akhlak, kasih sayang, dan kepedulian kepada sesama. Nilai-nilai tersebut perlu dibiasakan dalam kehidupan siswa,” tuturnya. Pesan tersebut memperkuat tujuan kegiatan sebagai sarana pendidikan karakter yang mengintegrasikan nilai keagamaan dengan budaya saling menghargai.

Keterlibatan guru, termasuk H. Mundir, S.Ag., M.M., turut mendukung kelancaran kegiatan. Melalui peringatan Maulid Nabi, MTsN 1 Kota Bandung berupaya menjadikan nilai cinta sebagai bagian dari budaya madrasah, bukan sekadar konsep dalam pembelajaran. Keteladanan Rasulullah diharapkan mampu mendorong peserta didik membangun hubungan yang dilandasi kasih sayang, empati, kejujuran, dan kepedulian. Dengan demikian, penerapan KBC dapat semakin nyata dalam keseharian dan membentuk generasi madrasah yang berkarakter, berakhlak, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.

Kontributor        : Gun Gun Gumilar

Fotografer          : Hasna Nafa Nasihah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here